PERTEMUAN I
DISATUKAN DALAM GEREJA PAROKI
PEMBUKAAN
Lagu Pembuka
(jika diperlukan, dapat dipilih sendiri)
Tanda Salib dan Salam
Pengantar
Saudara-saudari,
Setiap masa prapaskah, Gereja mengajak kita semua untuk bertobat,
menguduskan hidup, mempersiapkan diri merayakan pusat iman Gereja, yaitu
sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus. Tentu saja pertobatan
bukanlah kata-kata, tetapi berbuah dalam tindakan yang mengembangkan
kehidupan Gereja. Agar kita dapat terbimbing dalam menghasilkan buah
bagi perkembangkan Gereja, maka kita diajak untuk mendalami ajaran
Gereja. Oleh karena itu, setiap masa prapaskah kita melakukan pendalaman
iman. Dengan demikian, pendalaman iman yang kita ikuti merupakan wujud
nyata kesediaan kita melakukan pertobatan yang membuahkan tindakan nyata
bagi perkembangan Gereja.
Saudara-saudari,
Fokus Pastoral 2025-2026 adalah Mendewasakan Paroki. Maka selama 2 tahun
ini tema pendalaman iman Prapaskah terarah pada pendewasaan paroki.
Tentu pendewasaan paroki merupakan perjuangan iman terus menerus yang
tidak akan pernah selesai. Kedewasaan paroki berhubungan langsung dengan
kedewasaan seluruh anggota Gereja. Kedewasaan itu pertama-tama bukanlah
soal usia tetapi bertanggungjawab mewujudkan iman untuk mengembangkan
paroki. Untuk dapat bertanggungjawab, hendaknya kita memahami yang
diajarkan Gereja tentang kehidupan paroki. Oleh karena itu, tema
pendalaman iman 2026 ini dibagi dalam 5 kali pertemuan:
| ● | Pertemuan pertama | : | Disatukan Dalam Gereja Paroki |
| ● | Pertemuan kedua | : | Hidup Berparoki |
| ● | Pertemuan ketiga | : | Paroki Berakar Lingkungan |
| ● | Pertemuan keempat | : | Menghadirkan Gereja di Tengah Masyarakat |
| ● | Pertemuan kelima | : | Menuju Paroki Yang Dewasa |
Saudara-saudari,
Semua umat Gereja Katolik disatukan dalam sebuah paroki. Namun tidak
jarang ada yang belum memahami apa itu paroki. Oleh karena itu, dalam
pertemuan pertama dengan tema Disatukan Dalam Gereja Paroki, kita diajak
untuk mendalami kembali apa itu paroki menurut ajaran Gereja. Maka
marilah kita mempersiapkan hati untuk mengawali pertemuan yang pertama.
Doa Pembuka
Bapa yang Mahakasih, melalui Baptis yang telah kami terima, Engkau
menyatukan kami dalam Gereja Kristus. Dalam Gereja inilah, kami
berkomunitas dalam paroki-paroki.
Maka pada pertemuan pertama prapaskah
ini, kami mendalami tema Disatukan Dalam Gereja Paroki.
Kehadiran dan
keterlibatan dalam pendalaman iman ini merupakan wujud nyata pertobatan
kami.
Maka utuslah Roh KudusMu untuk menerangi petemuan yang pertama
ini. Bantulah kami agar dapat menghasilkan pertobatan yang berbuah bagi
perkembangan
Gereja Kristus yang kudus. Dialah Tuhan dan Juru Selamat
kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, sepanjang
masa, Amin.
BELAJAR DARI PENGALAMAN
Dalam pembekalan pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Badan
Gereja Katolik (BGKP) yang baru, kepada para peserta diminta untuk
menjawab pertanyaan secara tertulis.
Pertanyaannya demikian: Apa yang Anda ketahui tentang Paroki?
Dari sekian banyak jawaban, ada
beberapa jawaban di bawah ini:
| 1. | Paroki adalah tempat/Gereja umat beriman yang melingkupi wilayah, lingkungan yang sesuai dengan teritorial yang di tetapkan (dari seorang bapak) |
| 2. | Paroki adalah tempat berkumpulnya orang-orang beriman untuk melakukan 5 tugas gereja (dari seorang ibu) |
| 3. | Paroki adalah sebuah area besar dari sekelompok umat katolik (dari seorang ibu) |
| 4. | Paroki adalah kumpulan umat dalam satu teritorial yang telah ditentukan keuskupan (dari seorang pemudi) |
| 5. | Paroki adalah tempat kita menumbuh kembangkan iman selain di lingkungan masyarakat (dari seorang bapak) |
Mendalami Pengalaman
| a. | Dari ke 5 jawaban tersebut, saudara-saudari setuju jawaban yang mana? Baca saja jawaban yang saudara-saudari setujui. |
| b. | Jika tidak setuju pada 5 jawaban tersebut, apa jawaban saudara-saudari atas pertanyaan: apa yang Anda ketahui tentang paroki? |
BELAJAR DARI AJARAN GEREJA.
Pemandu (atau yang ditugaskan) membacakan
dengan jelas, dan tidak perlu terburu buru. Dapat dibacakan dua kali jika
diperlukan. Peserta diberi waktu hening beberapa saat untuk membaca secara
pribadi dan menemukan kata atau kalimat yang berkesan (menarik).
Saudara-saudari terkasih,
mari kita membaca Pedoman Dasar DPP-BGKP Keuskupan Surabaya, pasal 1b. Saya
akan membacakan terlebih dahulu, kemudian dipersilakan saudara-saudari
membacanya secara pribadi dan memberi tanda pada kata atau kalimat yang
berkesan.
Pedoman Dasar DPP-BGKP
Keuskupan Surabaya (Pasal 1.b).
Paroki adalah persekutuan umat beriman kristiani yang dibentuk secara tetap
dalam batas-batas wilayah tertentu di keuskupan, yang reksa pastoralnya
dipercayakan kepada Pastor Kepala Paroki sebagai gembalanya sendiri di bawah
otoritas Uskup diosesan.
Pendalaman Ajaran Gereja
| 1. | Dari ajaran Gereja tersebut, kata atau ungkapan apa yang menarik bagi saudara- saudari? (baca saja, tidak perlu dijelaskan) |
| 2. | Menurut saudara-saudari, apa yang dimaksud dengan persekutuan umat Kristiani dalam ajaran Gereja tersebut? |
| 3. | Menurut saudara-saudari, apa yang dimaksud dengan pastor kepala paroki sebagai gembalanya sendiri di bawah otoritas Uskup Diosesan? |
PENEGASAN
(dibacakan Pemandu dengan pelan dan jelas)
Saudara-saudari,
Semua umat Katolik Keuskupan Surabaya dan tentu keuskupan-keuskupan lainnya
dibagi dalam komunitas-komunitas yang lebih kecil, yaitu paroki. Tidak ada
seorang umat Katolik pun yang tidak berada atau tidak memiliki paroki. Maka
hal yang selalu terjadi ketika orang Katolik yang belum saling mengenal
bertemu dalam perjalanan atau dalam pertemuan, selalu ditanya dari paroki
mana?
Saudara-saudari,
Setiap orang Katolik melekat dalam sebuah paroki. Lalu, paroki itu apa? Kata
"paroki" berasal dari kata Yunani "paroikeo" yang artinya tinggal berdekatan
atau tetangga. Kata ini dipergunakan untuk mengungkapkan kehidupan bersama
yang saling berdekatan atau bertetangga dalam daerah tertentu. Dalam
perkembangan waktu, kata paroki masuk dalam kehidupan Gereja yang
mengungkapkan orang-orang Katolik yang hidupnya saling berdekatan dalam
batas-batas teritorial tertentu.
Dari ajaran Gereja yang tertuang dalam Pedoman Dasar Dewan Pastoral Paroki
dan Badan Gereja Katolik Paroki di atas, kita dapat memahami, pertama-tama
paroki adalah persekutuan umat beriman Kristiani. Persekutuan dapat
diartikan sama dengan persaudaraan. Ada berbagai macam persaudaraan,
misalnya persaudaraan teman-teman se daerah atau persaudaraan karena ikatan
darah atau karena disatukan oleh hobby yang sama.
Saudara-saudari,
Yang membedakan persaudaraan dalam paroki dengan persaudaraan lainnya adalah
pemersatu yang mengikatnya, yaitu iman. Iman adalah komunikasi dan relasi
dengan Hyang Ilahi dan sesama. Bahwa komunikasi dan relasi dengan Hyang
Ilahi mempengaruhi komunikasi dan relasi dengan sesama dan sebaliknya.
Dengan demikian, persekutuan umat beriman menunjuk langsung pada kehidupan
bersama, yang tidak selaras dengan sikap hidup individualis, yaitu aku aku,
kamu kamu.
Iman ini lebih dikhususkan lagi, iman Kristiani, iman kepada Kristus.
Kristuslah yang menjadi dasar dan pemersatu umat beriman Kristiani. Dengan
menerima sakramen Baptis, kita disatukan dengan Kristus dalam Gereja.
Kristus menebus kita dari dosa melalui sengsara, wafat dan kebangkitanNya.
Dengan menerima Baptis, kita mengambil bagian dalam sengsara, wafat dan
kebangkitan Kristus. Oleh karena itu, sakramen Baptis memberikan 3 rahmat
ilahi: (1) dihapus dari dosa asal dan semua dosa; (2) diangkat menjadi
putra-putri Allah yang menerima meterai kekal; (3) disatukan dalam
persekutuan umat Allah, Tubuh Kristus, yaitu Gereja. Karena banyak sekali
persekutuan umat yang disatukan oleh Kristus dalam berbagai gereja, maka
yang dimaksud dalam umat beriman Kristiani dalam pengertian paroki adalah
persekutuan umat beriman Kristiani dalam Gereja yang Satu, Kudus, Katolik
dan Apostolik.
Saudara-saudari,
Selanjutnya dinyatakan bahwa persekutuan umat beriman Kristiani ini dibentuk
secara tetap dalam batas- batas wilayah tertentu di keuskupan. Dibentuk
secara tetap artinya ada keputusan yang menetapkannya, yaitu berupa Surat
Keputusan (SK). Tentu saja untuk memutuskan ini, tidak asal memutuskan
tetapi telah melalui berbagai pertimbangan. Siapa yang memutuskan? Bapak
Uskup setelah mendengarkan banyak pertimbangan dari para imam yang tergabung
dalam Dewan Imam. Dibentuk secara tetap ini juga berhubungan dengan sifat
permanen dari ketetapan yang telah diputuskan. Persekutuan umat beriman
Kristiani yang dibentuk secara tetap ini berada dalam wilayah tertentu di
Keuskupan. Artinya menjadi bagian dari keuskupan dan memiliki batas-batas
teritorial tertentu di keuskupan. Di luar batas-batas yang telah ditetapkan
itu merupakan teritorial paroki lain. Dengan demikian setiap umat Katolik
berada dalam keuskupan tertentu dan memiliki parokinya masing-masing. Oleh
karena itu terikat hidup bersama dalam parokinya itu. Terikat itu berarti
terlibat dalam kehidupan bersama di parokinya. Tentu saja ada umat Katolik
yang tidak mau terikat hidup bersama dalam parokinya.
Saudara-saudari,
Lebih lanjut ditegaskan bahwa reksa pastoral atau pengelolaan pastoral
sebuah paroki dipercayakan kepada Pastor Kepala Paroki sebagai gembalanya
sendiri di bawah otoritas Uskup. Dari penegaskan ini menjadi jelas bahwa
setiap paroki memiliki gembalanya sendiri, yaitu Pastor Kepala Paroki. Maka
masing-masing paroki memiliki pastor kepalanya sendiri yang menghadirkan
Uskup untuk bertanggungjawab terhadap penggembalaan umat di paroki.
Saudara-saudari,
Bagaimana selama ini relasi antar umat paroki sebagai sebuah persekutuan
umat beriman? Siapa saja yang berperan dalam mengembangkan persekutuan di
paroki saudara-saudari? Apa usaha yang telah dilakukan oleh romo paroki
untuk lebih mempererat relasi di antara umat paroki? Apa saja yang selama
ini menghambat relasi antar umat di paroki saudara- saudari?
Doa Umat
(dipersilakan menyampaikan doa-doa spontan)
Doa Ardas Tahun 2026
Mendewasakan Hidup Berparoki
Melalui Perwujudan
Panca Tugas Gereja
(didoakan bersama)
Allah Bapa yang Mahakasih,
Engkaulah sumber dan tujuan kerinduan setiap manusia untuk menjadi kudus.
Melalui peribadatan yang benar, sakral, dan agung, khususnya dalam Ekaristi,
kami menyembah-Mu dan ambil bagian dalam karya keselamatan-Mu bagi dunia
yang lebih baik.
Tuhan Yesus,
Seperti para rasul telah Kauutus, demikian pula Engkau mengutus kami.
Utuslah kami menjadi pewarta Injil, pelaku keadilan, pembela kebenaran,
saksi kasih, pembangun persekutuan, pelopor persaudaraan sejati, serta
pejuang kelestarian alam.
Ya Roh Kudus,
Jiwailah kami dengan semangat mulia seperti yang Kaucurahkan kepada para
misionaris pendahulu kami melalui karya sosial, kesehatan, dan khususnya
pendidikan. Kobarkanlah kembali semangat solidaritas, subsidiaritas, dan
tanggung jawab kami untuk menyelamatkan, memulihkan, dan mengembangkan
Pendidikan Katolik di Keuskupan Surabaya, demi tegaknya kembali identitas
dan misi sebagaimana Tuhan kehendaki.
Bersama Bunda Maria, pengantara segala rahmat, kami tidak takut untuk
berharap. Kami percaya akan penyelenggaraan ilahi-Mu. Kami persembahkan
segala upaya dan pengorbanan demi kemuliaan-Mu, kini dan sepanjang masa.
Amin.
DOA BAPA KAMI
Penutup
Doa Penutup
Allah Bapa yang Maha kasih, terima kasih atas pernyertaan-Mu dalam
pendalaman iman pertemuan pertama masa prapaskah ini. Berkatilah kami
sehingga kami semakin menyadari relasi kami satu dengan yang lain sebagai
persekutuan umat Gereja Kristus di Paroki kami. Jangan biarkan kami menjadi
tidak peduli satu dengan yang lainnya. Utuslah Roh Kudus-Mu untuk selalu
membentuk kami menjadi persekutuan umat paroki yang semakin dewasa dalam
iman. Demi kemuliaan namaMu, ya Tritunggal Mahakudus, sepanjang segala masa,
amin.
Berkat Penutup
Marilah kita hening sejenak, mohon berkat Tuhan bagi kita yang hadir di
sini, bagi keluarga dan juga bagi umat di lingkungan/stasi. Semoga kita
semua, seluruh anggota keluarga dan saudara kita di lingkungan/stasi . . .
senantiasa dibimbing dan dilindungi oleh berkat Allah Yang Mahakuasa: Dalam
Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin.
Lagu Penutup (jika diperlukan, dapat dipilih sendiri)
BAHAN PENDALAMAN IMAN AKSI PUASA PEMBANGUNAN (APP)
UMAT LINGKUNGAN/STASI
KEUSKUPAN SURABAYA TAHUN 2026