APP 2026

BAHAN PENDALAMAN IMAN AKSI PUASA PEMBANGUNAN (APP)
UMAT LINGKUNGAN/STASI
KEUSKUPAN SURABAYA TAHUN 2026

 

Logo APP 2026

PERTEMUAN I

DISATUKAN DALAM GEREJA PAROKI


PEMBUKAAN

Lagu Pembuka
(jika diperlukan, dapat dipilih sendiri)

Tanda Salib dan Salam

Pengantar
Saudara-saudari,
Setiap masa prapaskah, Gereja mengajak kita semua untuk bertobat, menguduskan hidup, mempersiapkan diri merayakan pusat iman Gereja, yaitu sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus. Tentu saja pertobatan bukanlah kata-kata, tetapi berbuah dalam tindakan yang mengembangkan kehidupan Gereja. Agar kita dapat terbimbing dalam menghasilkan buah bagi perkembangkan Gereja, maka kita diajak untuk mendalami ajaran Gereja. Oleh karena itu, setiap masa prapaskah kita melakukan pendalaman iman. Dengan demikian, pendalaman iman yang kita ikuti merupakan wujud nyata kesediaan kita melakukan pertobatan yang membuahkan tindakan nyata bagi perkembangan Gereja.

Saudara-saudari,
Fokus Pastoral 2025-2026 adalah Mendewasakan Paroki. Maka selama 2 tahun ini tema pendalaman iman Prapaskah terarah pada pendewasaan paroki. Tentu pendewasaan paroki merupakan perjuangan iman terus menerus yang tidak akan pernah selesai. Kedewasaan paroki berhubungan langsung dengan kedewasaan seluruh anggota Gereja. Kedewasaan itu pertama-tama bukanlah soal usia tetapi bertanggungjawab mewujudkan iman untuk mengembangkan paroki. Untuk dapat bertanggungjawab, hendaknya kita memahami yang diajarkan Gereja tentang kehidupan paroki. Oleh karena itu, tema pendalaman iman 2026 ini dibagi dalam 5 kali pertemuan:

Pertemuan pertama : Disatukan Dalam Gereja Paroki
Pertemuan kedua : Hidup Berparoki
Pertemuan ketiga : Paroki Berakar Lingkungan
Pertemuan keempat : Menghadirkan Gereja di Tengah Masyarakat
Pertemuan kelima : Menuju Paroki Yang Dewasa

 

Saudara-saudari,
Semua umat Gereja Katolik disatukan dalam sebuah paroki. Namun tidak jarang ada yang belum memahami apa itu paroki. Oleh karena itu, dalam pertemuan pertama dengan tema Disatukan Dalam Gereja Paroki, kita diajak untuk mendalami kembali apa itu paroki menurut ajaran Gereja. Maka marilah kita mempersiapkan hati untuk mengawali pertemuan yang pertama.

Doa Pembuka
Bapa yang Mahakasih, melalui Baptis yang telah kami terima, Engkau menyatukan kami dalam Gereja Kristus. Dalam Gereja inilah, kami berkomunitas dalam paroki-paroki.
Maka pada pertemuan pertama prapaskah ini, kami mendalami tema Disatukan Dalam Gereja Paroki.
Kehadiran dan keterlibatan dalam pendalaman iman ini merupakan wujud nyata pertobatan kami.
Maka utuslah Roh KudusMu untuk menerangi petemuan yang pertama ini. Bantulah kami agar dapat menghasilkan pertobatan yang berbuah bagi perkembangan
Gereja Kristus yang kudus. Dialah Tuhan dan Juru Selamat kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, sepanjang masa, Amin.
 

BELAJAR DARI PENGALAMAN
Dalam pembekalan pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Badan Gereja Katolik (BGKP) yang baru, kepada para peserta diminta untuk menjawab pertanyaan secara tertulis.
Pertanyaannya demikian: Apa yang Anda ketahui tentang Paroki?
Dari sekian banyak jawaban, ada beberapa jawaban di bawah ini:

1. Paroki adalah tempat/Gereja umat beriman yang melingkupi wilayah, lingkungan yang sesuai dengan teritorial yang di tetapkan (dari seorang bapak)
2. Paroki adalah tempat berkumpulnya orang-orang beriman untuk melakukan 5 tugas gereja (dari seorang ibu)
3. Paroki adalah sebuah area besar dari sekelompok umat katolik (dari seorang ibu)
4. Paroki adalah kumpulan umat dalam satu teritorial yang telah ditentukan keuskupan (dari seorang pemudi)
5. Paroki adalah tempat kita menumbuh kembangkan iman selain di lingkungan masyarakat (dari seorang bapak)


Mendalami Pengalaman

a. Dari ke 5 jawaban tersebut, saudara-saudari setuju jawaban yang mana? Baca saja jawaban yang saudara-saudari setujui.
b. Jika tidak setuju pada 5 jawaban tersebut, apa jawaban saudara-saudari atas pertanyaan: apa yang Anda ketahui tentang paroki?

 
BELAJAR DARI AJARAN GEREJA.
Pemandu (atau yang ditugaskan) membacakan dengan jelas, dan tidak perlu terburu buru. Dapat dibacakan dua kali jika diperlukan. Peserta diberi waktu hening beberapa saat untuk membaca secara pribadi dan menemukan kata atau kalimat yang berkesan (menarik).

Saudara-saudari terkasih,
mari kita membaca Pedoman Dasar DPP-BGKP Keuskupan Surabaya, pasal 1b. Saya akan membacakan terlebih dahulu, kemudian dipersilakan saudara-saudari membacanya secara pribadi dan memberi tanda pada kata atau kalimat yang berkesan.

Pedoman Dasar DPP-BGKP
Keuskupan Surabaya (Pasal 1.b).

Paroki adalah persekutuan umat beriman kristiani yang dibentuk secara tetap dalam batas-batas wilayah tertentu di keuskupan, yang reksa pastoralnya dipercayakan kepada Pastor Kepala Paroki sebagai gembalanya sendiri di bawah otoritas Uskup diosesan.

Pendalaman Ajaran Gereja

1. Dari ajaran Gereja tersebut, kata atau ungkapan apa yang menarik bagi saudara- saudari? (baca saja, tidak perlu dijelaskan)
2. Menurut saudara-saudari, apa yang dimaksud dengan persekutuan umat Kristiani dalam ajaran Gereja tersebut?
3. Menurut saudara-saudari, apa yang dimaksud dengan pastor kepala paroki sebagai gembalanya sendiri di bawah otoritas Uskup Diosesan?


PENEGASAN
(dibacakan Pemandu dengan pelan dan jelas)

Saudara-saudari,
Semua umat Katolik Keuskupan Surabaya dan tentu keuskupan-keuskupan lainnya dibagi dalam komunitas-komunitas yang lebih kecil, yaitu paroki. Tidak ada seorang umat Katolik pun yang tidak berada atau tidak memiliki paroki. Maka hal yang selalu terjadi ketika orang Katolik yang belum saling mengenal bertemu dalam perjalanan atau dalam pertemuan, selalu ditanya dari paroki mana?

 

Saudara-saudari,
Setiap orang Katolik melekat dalam sebuah paroki. Lalu, paroki itu apa? Kata "paroki" berasal dari kata Yunani "paroikeo" yang artinya tinggal berdekatan atau tetangga. Kata ini dipergunakan untuk mengungkapkan kehidupan bersama yang saling berdekatan atau bertetangga dalam daerah tertentu. Dalam perkembangan waktu, kata paroki masuk dalam kehidupan Gereja yang mengungkapkan orang-orang Katolik yang hidupnya saling berdekatan dalam batas-batas teritorial tertentu.
Dari ajaran Gereja yang tertuang dalam Pedoman Dasar Dewan Pastoral Paroki dan Badan Gereja Katolik Paroki di atas, kita dapat memahami, pertama-tama paroki adalah persekutuan umat beriman Kristiani. Persekutuan dapat diartikan sama dengan persaudaraan. Ada berbagai macam persaudaraan, misalnya persaudaraan teman-teman se daerah atau persaudaraan karena ikatan darah atau karena disatukan oleh hobby yang sama.

 

Saudara-saudari,
Yang membedakan persaudaraan dalam paroki dengan persaudaraan lainnya adalah pemersatu yang mengikatnya, yaitu iman. Iman adalah komunikasi dan relasi dengan Hyang Ilahi dan sesama. Bahwa komunikasi dan relasi dengan Hyang Ilahi mempengaruhi komunikasi dan relasi dengan sesama dan sebaliknya. Dengan demikian, persekutuan umat beriman menunjuk langsung pada kehidupan bersama, yang tidak selaras dengan sikap hidup individualis, yaitu aku aku, kamu kamu.
Iman ini lebih dikhususkan lagi, iman Kristiani, iman kepada Kristus. Kristuslah yang menjadi dasar dan pemersatu umat beriman Kristiani. Dengan menerima sakramen Baptis, kita disatukan dengan Kristus dalam Gereja. Kristus menebus kita dari dosa melalui sengsara, wafat dan kebangkitanNya. Dengan menerima Baptis, kita mengambil bagian dalam sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. Oleh karena itu, sakramen Baptis memberikan 3 rahmat ilahi: (1) dihapus dari dosa asal dan semua dosa; (2) diangkat menjadi putra-putri Allah yang menerima meterai kekal; (3) disatukan dalam persekutuan umat Allah, Tubuh Kristus, yaitu Gereja. Karena banyak sekali persekutuan umat yang disatukan oleh Kristus dalam berbagai gereja, maka yang dimaksud dalam umat beriman Kristiani dalam pengertian paroki adalah persekutuan umat beriman Kristiani dalam Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik.

 

Saudara-saudari,
Selanjutnya dinyatakan bahwa persekutuan umat beriman Kristiani ini dibentuk secara tetap dalam batas- batas wilayah tertentu di keuskupan. Dibentuk secara tetap artinya ada keputusan yang menetapkannya, yaitu berupa Surat Keputusan (SK). Tentu saja untuk memutuskan ini, tidak asal memutuskan tetapi telah melalui berbagai pertimbangan. Siapa yang memutuskan? Bapak Uskup setelah mendengarkan banyak pertimbangan dari para imam yang tergabung dalam Dewan Imam. Dibentuk secara tetap ini juga berhubungan dengan sifat permanen dari ketetapan yang telah diputuskan. Persekutuan umat beriman Kristiani yang dibentuk secara tetap ini berada dalam wilayah tertentu di Keuskupan. Artinya menjadi bagian dari keuskupan dan memiliki batas-batas teritorial tertentu di keuskupan. Di luar batas-batas yang telah ditetapkan itu merupakan teritorial paroki lain. Dengan demikian setiap umat Katolik berada dalam keuskupan tertentu dan memiliki parokinya masing-masing. Oleh karena itu terikat hidup bersama dalam parokinya itu. Terikat itu berarti terlibat dalam kehidupan bersama di parokinya. Tentu saja ada umat Katolik yang tidak mau terikat hidup bersama dalam parokinya.

 

Saudara-saudari,
Lebih lanjut ditegaskan bahwa reksa pastoral atau pengelolaan pastoral sebuah paroki dipercayakan kepada Pastor Kepala Paroki sebagai gembalanya sendiri di bawah otoritas Uskup. Dari penegaskan ini menjadi jelas bahwa setiap paroki memiliki gembalanya sendiri, yaitu Pastor Kepala Paroki. Maka masing-masing paroki memiliki pastor kepalanya sendiri yang menghadirkan Uskup untuk bertanggungjawab terhadap penggembalaan umat di paroki.

 

Saudara-saudari,
Bagaimana selama ini relasi antar umat paroki sebagai sebuah persekutuan umat beriman? Siapa saja yang berperan dalam mengembangkan persekutuan di paroki saudara-saudari? Apa usaha yang telah dilakukan oleh romo paroki untuk lebih mempererat relasi di antara umat paroki? Apa saja yang selama ini menghambat relasi antar umat di paroki saudara- saudari?


Doa Umat
(dipersilakan menyampaikan doa-doa spontan)

Doa Ardas Tahun 2026
Mendewasakan Hidup Berparoki
Melalui Perwujudan Panca Tugas Gereja
(didoakan bersama)


Allah Bapa yang Mahakasih,
Engkaulah sumber dan tujuan kerinduan setiap manusia untuk menjadi kudus. Melalui peribadatan yang benar, sakral, dan agung, khususnya dalam Ekaristi, kami menyembah-Mu dan ambil bagian dalam karya keselamatan-Mu bagi dunia yang lebih baik.

Tuhan Yesus,
Seperti para rasul telah Kauutus, demikian pula Engkau mengutus kami. Utuslah kami menjadi pewarta Injil, pelaku keadilan, pembela kebenaran, saksi kasih, pembangun persekutuan, pelopor persaudaraan sejati, serta pejuang kelestarian alam.

Ya Roh Kudus,
Jiwailah kami dengan semangat mulia seperti yang Kaucurahkan kepada para misionaris pendahulu kami melalui karya sosial, kesehatan, dan khususnya pendidikan. Kobarkanlah kembali semangat solidaritas, subsidiaritas, dan tanggung jawab kami untuk menyelamatkan, memulihkan, dan mengembangkan Pendidikan Katolik di Keuskupan Surabaya, demi tegaknya kembali identitas dan misi sebagaimana Tuhan kehendaki.

Bersama Bunda Maria, pengantara segala rahmat, kami tidak takut untuk berharap. Kami percaya akan penyelenggaraan ilahi-Mu. Kami persembahkan segala upaya dan pengorbanan demi kemuliaan-Mu, kini dan sepanjang masa.

Amin.

DOA BAPA KAMI

Penutup

Doa Penutup
Allah Bapa yang Maha kasih, terima kasih atas pernyertaan-Mu dalam pendalaman iman pertemuan pertama masa prapaskah ini. Berkatilah kami sehingga kami semakin menyadari relasi kami satu dengan yang lain sebagai persekutuan umat Gereja Kristus di Paroki kami. Jangan biarkan kami menjadi tidak peduli satu dengan yang lainnya. Utuslah Roh Kudus-Mu untuk selalu membentuk kami menjadi persekutuan umat paroki yang semakin dewasa dalam iman. Demi kemuliaan namaMu, ya Tritunggal Mahakudus, sepanjang segala masa, amin.

Berkat Penutup
Marilah kita hening sejenak, mohon berkat Tuhan bagi kita yang hadir di sini, bagi keluarga dan juga bagi umat di lingkungan/stasi. Semoga kita semua, seluruh anggota keluarga dan saudara kita di lingkungan/stasi . . . senantiasa dibimbing dan dilindungi oleh berkat Allah Yang Mahakuasa: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin.

Lagu Penutup (jika diperlukan, dapat dipilih sendiri)

 



BAHAN PENDALAMAN IMAN AKSI PUASA PEMBANGUNAN (APP)
UMAT LINGKUNGAN/STASI
KEUSKUPAN SURABAYA TAHUN 2026