Perhentian 4
YESUS BERJUMPA DENGAN IBUNYA
P: Kami menyembah Dikau ya Tuhan dan bersyukur
kepada-Mu.
U: Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
P: Maria dan Yesus berjumpa dalam jalan penderitaan. Ibu dan anak
saling memandang dalam keharuan yang mencekam. Hati Maria yang hancur,
berkata dalam diam: "Anakku, tatapan-Mu menembus hatiku. Aku ingin
memeluk-Mu, membersihkan luka di wajah-Mu, mengobati bilur-bilur yang
menggores punggung-Mu, menyeka keringat yang membasahi tubuh-Mu,
membalut lara hati-Mu dan menghibur duka jiwa-Mu. Nak, ingin rasanya ibu
mengambil salib itu dan meletakan di pundak ibu, namun ibu tidak kuat
memanggul salib seberat itu, maafkan ibuMU. Yang dapat ibu lakukan
hanyalah menemani-Mu. IbuMu tak akan meninggalkan-Mu sendirian". Cinta
ibu Maria memberikan ketabahan menghadapi kenyataan sepahit apapun
sehingga tetap setia berada di samping Putranya. Ibu Maria menyimpan
semuanya itu di dalam hatinya.
(hening sejenak)
U: Bunda Maria, doakanlah keluarga kami pada Yesus Putramu, agar
kami dapat memiliki sikap iman sepertimu: tabah dan saling menguatkan
dalam penderitaan, saling memberi tanpa mengharapkan imbalan, tidak malu
bila anggota keluarga bermasalah, setia mengikuti Yesus sampai mati, dan
selalu berserah kepada kehendak Bapa. Semoga berkat doa restumu,
keluarga kami menjadi saudara bagi seluruh umat paroki dan menjadi
berkat bagi masyarakat. Demi kemuliaan Tuhan kami Yesus Kristus,
sepanjang masa.
U: Amin.
P: Tuhan, kasihanilah kami.
U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini.
Oh Maria bunda kudus
yang setia ikut Yesus
Kau teladan hidupku
PDI UKWMS
Kampus Kota Madiun