PERTEMUAN 2
Maria Penjaga Iman Keluargaku
NDEREK DEWI MARIA
Ndherek Dewi Maria temtu 'geng kang manah
Mboten yen kuwatosa Ibu njangkung tansah
Kanjeng Ratu ing swarga amba sumarah samya
Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana (2x)
Nadyan manah getera dipun godha setan
Nanging batos engetnya wonten pitulungan
Wit sang Putri Maria mangsa tega anilar
Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana (2x)
Menggah saking apesnya ngantos kelu setan
Boten yen ta ngantosa klantur babar pisan
Ugeripun nyenyuwun Ibu tansah titulung
Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana (2x)
TANDA SALIB
P + U: Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
P: Semoga beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
PENGANTAR
Teman Muda yang dikasihi Tuhan. Minggu lalu, kita telah belajar dari
tema "Maria Sahabat Perjalanan Imanku."Bunda Maria menemani perjalanan
iman kita bukan sebagai atasan. Ia tidak otoriter, tidak pula menghakimi
dan merendahkan bila kita berbuat kesalahan. Singkatnya, Bunda Maria
selalu bersama kita sampai akhir perjuangan iman, seperti ia menemani
putera-nya di Golgota.
Teman Muda terkasih. Bunda Maria tidak hanya menemani masing-masing dari
kita. Ia juga menjadi ibu iman di dalam keluarga kita. Karena kita ini
tumbuh dalam sebuah keluarga, maka Bunda Maria pun hendak menemani
perjalanan iman keluarga kita.
Itulah sebabnya dalam pertemuan ini, kita hendak belajar tema "Maria
Penjaga Iman Keluargaku." Kita akan dibantu oleh kisah Perkawinan di
Kana. Semoga melalui pendalaman tema ini, kita menjadi orang muda yang
selalu mencintai, menghormati dan melibatkan Bunda Maria dalam kehidupan
keluarga kita. Marilah kita mengawalinya dengan mohon bimbingan Allah
dalam doa.
DOA PEMBUKA
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari Teman
Muda)
P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P+U : Allah yang Mahakasih. Engkau telah melakukan hal-hal ajaib dalam
keluarga. Bunda Maria pun telah mendukung terwujudnya keajaiban karya
Putera-Mu dalam keluarga. Dari sana air menjadi anggur, hidup keluarga
yang sederhana dan biasa membawa keindahan dan kehormatan. Utuslah Roh
Kudus-Mu bagi pertemuan kami ini agar kami memahami peran utama Bunda
Maria dalam kehidupan iman keluarga kami. Semua ini kami mohon demi
Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
BACAAN KITAB SUCI
YOHANES 2: 1-11
Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus
ada di situ. Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya, "Mereka
kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya, "Mau apakah engkau dari
pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Ibu Yesus berkata kepada
pelayan-pelayan, "Apa yang dikatakan kepadamu, lakukanlah itu!" Di situ
ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang
Yahudi, masing-masing isinya delapan puluh atau seratus dua puluh liter.
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu, "Isilah tempayan-tempayan itu
penuh dengan air." Mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus
kepada mereka, "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta."
Lalu mereka membawanya. Pemimpin pesta itu pun mencicipi air yang telah
menjadi anggur itu. Ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi
pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya. Setelah itu, ia
memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya, "Setiap orang
menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum,
barulah yang kurang baik. Tetapi, engkau menyimpan anggur yang baik
sampai sekarang." Hal itu dilakukan Yesus di Kana yang di Galilea,
sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah
menyatakan kemuliaan Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
SHARING PENDALAMAN
1.Dari teks di atas, ayat mana yang menarik bagi Teman Muda? Tunjukkan
saya berapa dan baca kalimatnya.
2.Dari kisah di atas, seberapa besar peran Bunda Maria? Mengapa?
3.Apakah di dalam keluarga, Teman Muda punya pengalaman yang berkesan
terkait Bunda Maria? Ceritakanlah dengan singkat.
PENEGUHAN
Teman Muda yang dikasihi Tuhan. Sudah sepatutnya kita bersyukur dan
bersukacita. Tuhan yang kita percaya begitu mengasihi manusia. Sekalipun
manusia rentan berbuat dosa, Tuhan siap dan selalu membuka jalan
keselamatan. Sejak dahulu, Tuhan memperkenalkan diri sebagai Allah
relasi: Tritugas Mahakudus. Sejak awal mula, Ia menciptakan laki-laki
dan perempuan supaya mereka hidup berelasi, bersekutu atau berkeluarga.
Akhirnya, secara mengagumkan, Ia pun menjelma menjadi manusia dengan
lahir, tumbuh dan berkarya dalam keluarga kudus Nazaret. Dialah Yesus
Kristus. Kelahiran-Nya di dunia adalah tanda kerinduan Allah untuk
menjadikan umat manusia sebagai satu keluarga di dalam nama-Nya.
Intinya, Allah menunjukkan betapa mulianya sebuah keluarga. Itulah
sebabnya keluarga Katolik dipanggil untuk mengikuti model relasi abadi
nan suci dari Allah Tritunggal.
Kehidupan keluarga zaman sekarang banyak yang semakin jauh dari model
harapan Allah. Lihatlah berita dan dunia sekitar, tanpa analisa sosial
yang tinggi tinggi, trend kasus perceraian dan keluarga toxic semakin
marak terjadi. Tidak hanya menjangkiti keluarga muda, tetapi juga
pasangan lanjut usia. Tidak hanya dialami oleh pasangan rakyat jelata
tapi juga pasangan konglomerat. Tidak hanya menjamur di kota-kota besar
tapi juga di daerah terpencil. Tak jarang pasangan viral jadi model
berkeluarga bagi para netizen. Sementara bagi anak-anak yang mengalami
keluarga broken home bisa merasa jijik terhadap segala bentuk hidup
keluarga. Maka, tidak heran bila banyak anak muda memilih teman sebaya,
komunitasnya, bahkan lebih asyik dan nyaman dengan gawainya ketimbang
orang tua dan keluarganya.
Kalau diusut ke belakang, apa yang mengikis nilai hidup berkeluarga? Ada
banyak. Salah satu yang paling menonjol adalah media. Manusia seperti
sekoci di tengah samudra informasi. Media membawa berbagai informasi
tetapi informasi ini sulit dipastikan kebenaranya. Hal itu diperparah
oleh kedangkalan nalar kritis manusia untuk menilai benar-salah,
bermakna atau dangkalnya sesuatu. Akibatnya, cepat atau lambat, manusia
percaya dan menjalani pilihan yang semu. Salah satunya adalah anggapan
bahwa keluarga harus yang asyik, seru, keren, sensasi, kaya, cantik atau
tampan dan seterusnya. Keluarga seperti ini akan berlabuh di pulau yang
kering dan hampa. Sementara keluarga yang berjalan dalam makna sejati
akan berlabuh di pulau subur dan penuh kehidupan. Nah, apakah keluarga
ideal yang kita bayangkan sesuai dengan yang dirindukan Tuhan? Ataukah
ideal keluarga di kepala kita zaman sekarang adalah hasil algoritma dari
informasi yang kita telan mentah-mentah?
Teman Muda yang luar biasa. Salah satu poin penting Injil yang kita baca
adalah "keluarga". Di sana kita menemukan pribadi istimewa, yakni Bunda
Maria. Tadi kita sudah melihat bahwa keluarga ideal tidak lahir dari
ekonomi yang mapan, ketampanan atau kecantikan maupun usia, tetapi dari
nilai sejati yang dihidupi keluarga itu. Sebagai keluarga Katolik, nilai
atau model ideal keluarga ditemukan dalam relasi kasih abadi nan suci
antara Bapa, Putera dan Roh Kudus. Mereka hidup setara, saling
mengasihi, berkorban, saling memberi diri satu sama lain, saling
percaya, dan mendukung. Setiap anggota keluarga Katolik hendaknya hidup
setara, saling mengasihi, berkorban, saling percaya dan mendukung. Agar
yang dirindukan Allah dari kehidupan keluarga Katolik tumbuh subur,
keluarga Katolik mesti ingat sosok Bunda Maria. Bunda Maria harus
dilibatkan dalam kehidupan keluarga katolik.
Ada tiga hal penting yang kita petik dari bacaan Injil di atas yang
berkaitan dengan pentingnya melibatkan Bunda Maria dalam keluarga kita.
Pertama, izinkan Bunda Maria menjadi "orang dalam" di keluarga kita.
Kalimat "Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan
ibu Yesus ada di situ," menunjukkan bahwa Bunda Maria adalah orang dalam
pada peristiwa perkawinan di Kana. Ia bukan orang luar atau sekadar
tamu. Berkat Bunda Maria sebagai orang dalam, Tuhan Yesus hadir dalam
perkawinan itu. Demikian juga, bila Bunda Maria menjadi orang dalam di
keluarga kita, maka akses Yesus makin luas untuk masuk, tinggal dan
berperan di dalamnya. Oleh sebab itu, patung Bunda Maria di rumah
keluarga katolik bukanlah sekadar benda seni atau hiasan, tetapi tanda
bahwa keluarga tersebut menerima Bunda Maria menjadi penjaga iman.
Kedua, mengikuti saran Maria untuk taat kepada Sabda Yesus, "apa yang
dikatakan kepadamu, lakukanlah itu." Kata-kata Bunda Maria ini adalah
ajakan untuk melayani (diakonia). Sebagai keluarga, kita mengikuti
teladan dan saran Bunda Maria agar patuh pada sabda Yesus. Inti perintah
Yesus adalah kasih pada Allah dan sesama. Dan siapa lagi lingkaran
sesama yang paling dekat dengan kita kalau bukan keluarga kita sendiri?
Maka, kasihilah keluarga seperti Allah: dengan memandang setara, saling
mengasihi, berkorban, saling percaya dan mendukung.
Ketiga, mukjizat pertama Yesus - air menjadi anggur, "Hal itu dilakukan
Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya
dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya...". Bukan kebetulan
jika mukjizat pertama Yesus terjadi dalam konteks perkawinan. Dalam
kisah itu, anggur jadi tanda kehadiran kerajaan Allah perjamuan abadi.
Artinya, melalui kisah Kana, keluarga dipanggil untuk bersatu dengan
keluarga (Kerajaan) Allah bersama Bunda Maria dan para kudus. Memang tak
ada keluarga yang sempurna selain keluarga Kudus Nazaret. Kadang
keluarga berhenti hanya pada rasa "wow" terhadap mukjizat (hal-hal yang
menyenangkan, indrawi, perasaan dan sensasional) atau "aduh" pada aib,
derita dan tantangan hidup keluarga. Namun, melalui mukjizat perkawinan
di Kana kita jadi mengerti bahwa berkat bukanlah puncak prestasi dan
tujuan keluarga, dan masalah bukanlah kiamat keluarga yang menutup
harapan keluarga untuk bangkit.
Teman Muda yang diberkati Tuhan. Hanya dengan melayani akan terjadi
mukjizat di dalam keluarga. Itulah tugas diakonia, yang didorong oleh
Bunda Maria. Berkat jiwa pelayanan Bunda Maria, para pelayan dan bahkan
Tuhan Yesus-lah yang mewujudkan terjadinya mukjizat, membawa berkat dan
sukacita. Bunda Maria melayani dari dalam sehingga ia tahu betul adanya
kekurangan anggur. Para pelayan melayani karena patuh dan hormat kepada
Bunda Maria dan Tuhan Yesus. Yesus pun turut melayani dalam perkawinan
itu dengan mengubah air jadi anggur. Pelayanan di keluarga hanya
berjalan baik bila relasi dalam keluarga itu harmonis. Kita dapat
belajar dari relasi antara keluarga Kana, Bunda Maria, para pelayan dan
Tuhan Yesus bersifat setara, saling mengasihi, berkorban, saling percaya
dan mendukung. Semoga kita menjadi Orang Muda yang selalu memberi tempat
utama kepada Bunda Maria agar ia terlibat dalam mendewasakan iman
keluarga kita.
DOA SPONTAN
(Berdasarkan peneguhan di atas, dan dari keperluan kehidupan Teman Muda,
dipersilakan menyampaikan doa-doa spontannya.)
DOA PENYERAHAN KEPADA BUNDA MARIA (PUJI SYUKUR NO. 216)
(Didoakan secara bersama-sama)
Santa Maria, Bunda Allah, kami bersyukur karena Allah telah membebaskan
engkau dari noda dosa sejak engkau dikandung; Ia berkenan memperhatikan
kerendahanmu, dan mengangkat Engkau menjadi ibu Sang Juru Selamat. Kami
bersyukur pula karena engkau telah menjadi teladan orang beriman. Dalam
menanggapi panggilan Allah, Engkau menyerahkan diri segenap hati dengan
berkata, "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu."
Ya Bunda, kami, para putramu, sangat mencintai engkau dan ingin
mengikuti teladanmu. Mohonkanlah kami rahmat Allah, agar kami selalu
berusaha melakukan kehendak Allah.
Bunda yang penuh kasih sayang, kami serahkan kepadamu segenap keluarga
kami. Sudilah engkau selalu melindungi kami sekeluarga. Semoga kami
semua menjadi anak-anak yang patut kepadaMu dan saling mengasihi dengan
tulus hati.
Kami serahkan kepadamu segenap warga masyarakat kami bersama para
pemimpinnya. Sudilah engkau melindungi mereka dalam setiap usaha
membangun bangsa dan negara.
Ya Ratu Pencinta Damai, batulah agar segala bangsa bersatu padu, hidup
rukun dan damai. Bukalah jalan iman bagi mereka yang belum mengenal
putramu, Yesus.
Doakanlah mereka yang dianiaya karena iman dan kebenaran. Semoga mereka
tabah, dan tetap setia kepada Yesus, putramu.
Ya Bunda Maria, penolong yang sejati, hantarkanlah semua permohonan kami
ini ke hadapan putramu, Sang Maharaja Kerajaan Damai, tempat setiap doa
permohonan dikabulkan, setiap beban hati diringankan, dan segala
kelemahan dikuatkan. Dialah Tuhan kami kini dan sepanjang masa.
(Amin.)
Doa Bapa Kami 1x
DOA PENUTUP
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari Teman
Muda)
P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P+U : Bapa yang Mahabaik. Terima kasih atas bimbingan-Mu. Hari ini
Engkau mengajar kami betapa mulianya hidup keluarga bila mengikuti
teladan keluarga Tritunggal Mahakudus. Engkau, bersama Yesus sahabat
kami dan Roh Kudus selalu hidup setara, saling mengasihi, berkorban,
saling percaya dan mendukung. Melalui Bunda Maria dan putera-Mu, kami
semakin dekat dengan keluarga kami. Kami diajak untuk dekat dan melayani
keluarga kami sendiri. Maka, jauhkanlah keluarga kami dari yang jahat,
dari pesona dan daya tarik model keluarga yang semu dan tak bermakna.
Semoga Engkau selalu mendengarkan doa, harapan, keluh kesah dan sukacita
yang kami sampaikan kepada-Mu melalui Bunda Maria. Semua ini kami mohon
kepada-Mu, demi Kristus Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persekutuan
Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
BERKAT PENUTUP
P : Semoga Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya
P : Semoga kita semua diberkati Tuhan yang Mahakuasa
P+U : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
P : Teman-teman terkasih, pendalaman iman Bulan Maria pertemuan kedua
sudah selesai
U : Syukur kepada Allah
KELUARGA ADALAH KARUNIA
Oh sungguh betapa indahnya
Bila kasih sayang Tuhan menyertai keluarga
Bagaikan tetesan embun membasahi rerumputan
Seperti sinar mentari menerangi dunia.
Reff:
Keluarga adalah karunia
Persekutuan kecil yang mulia
Tuhanlah yang berkuasa merancang
Dan membina masa depan yang cerah
Keluarga adalah karunia
Kebahagiaan itu anugerah-Nya
Berkat-Nya tak berhenti
Terus mengalir dan mengalir sepanjang masa.
Oh sungguh betapa indahnya
Bila tiap rumah tangga hidup saling mengasihi
Tuhan mem'rintahkan berkat
Sukacita dilimpahkan
Hidupnya pun disinari cahaya kes'lamatan
(Reff)
Keluarga penuh kasih
Berkat Tuhan melimpah

