BULAN MARIA TAHUN 2026

UNTUK OMK

Keuskupan Surabaya Tahun 2026

Logo APP 2026

PERTEMUAN 2

Maria Penjaga Iman Keluargaku
 



NDEREK DEWI MARIA
Ndherek Dewi Maria temtu 'geng kang manah
Mboten yen kuwatosa Ibu njangkung tansah
Kanjeng Ratu ing swarga amba sumarah samya
Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana (2x)

Nadyan manah getera dipun godha setan
Nanging batos engetnya wonten pitulungan
Wit sang Putri Maria mangsa tega anilar
Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana (2x)

Menggah saking apesnya ngantos kelu setan
Boten yen ta ngantosa klantur babar pisan
Ugeripun nyenyuwun Ibu tansah titulung
Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana (2x)


 



TANDA SALIB
P + U: Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
P: Semoga beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
 


PENGANTAR

Teman Muda yang dikasihi Tuhan. Minggu lalu, kita telah belajar dari tema "Maria Sahabat Perjalanan Imanku."Bunda Maria menemani perjalanan iman kita bukan sebagai atasan. Ia tidak otoriter, tidak pula menghakimi dan merendahkan bila kita berbuat kesalahan. Singkatnya, Bunda Maria selalu bersama kita sampai akhir perjuangan iman, seperti ia menemani putera-nya di Golgota.

Teman Muda terkasih. Bunda Maria tidak hanya menemani masing-masing dari kita. Ia juga menjadi ibu iman di dalam keluarga kita. Karena kita ini tumbuh dalam sebuah keluarga, maka Bunda Maria pun hendak menemani perjalanan iman keluarga kita.

Itulah sebabnya dalam pertemuan ini, kita hendak belajar tema "Maria Penjaga Iman Keluargaku." Kita akan dibantu oleh kisah Perkawinan di Kana. Semoga melalui pendalaman tema ini, kita menjadi orang muda yang selalu mencintai, menghormati dan melibatkan Bunda Maria dalam kehidupan keluarga kita. Marilah kita mengawalinya dengan mohon bimbingan Allah dalam doa.

 


DOA PEMBUKA
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari Teman Muda)

P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P+U : Allah yang Mahakasih. Engkau telah melakukan hal-hal ajaib dalam keluarga. Bunda Maria pun telah mendukung terwujudnya keajaiban karya Putera-Mu dalam keluarga. Dari sana air menjadi anggur, hidup keluarga yang sederhana dan biasa membawa keindahan dan kehormatan. Utuslah Roh Kudus-Mu bagi pertemuan kami ini agar kami memahami peran utama Bunda Maria dalam kehidupan iman keluarga kami. Semua ini kami mohon demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

 


BACAAN KITAB SUCI
YOHANES 2: 1-11

Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ. Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya, "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya, "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, "Apa yang dikatakan kepadamu, lakukanlah itu!" Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya delapan puluh atau seratus dua puluh liter. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu, "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka, "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka membawanya. Pemimpin pesta itu pun mencicipi air yang telah menjadi anggur itu. Ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya. Setelah itu, ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya, "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik. Tetapi, engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." Hal itu dilakukan Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

 


SHARING PENDALAMAN

1.Dari teks di atas, ayat mana yang menarik bagi Teman Muda? Tunjukkan saya berapa dan baca kalimatnya.
2.Dari kisah di atas, seberapa besar peran Bunda Maria? Mengapa?
3.Apakah di dalam keluarga, Teman Muda punya pengalaman yang berkesan terkait Bunda Maria? Ceritakanlah dengan singkat.

 


PENEGUHAN

Teman Muda yang dikasihi Tuhan. Sudah sepatutnya kita bersyukur dan bersukacita. Tuhan yang kita percaya begitu mengasihi manusia. Sekalipun manusia rentan berbuat dosa, Tuhan siap dan selalu membuka jalan keselamatan. Sejak dahulu, Tuhan memperkenalkan diri sebagai Allah relasi: Tritugas Mahakudus. Sejak awal mula, Ia menciptakan laki-laki dan perempuan supaya mereka hidup berelasi, bersekutu atau berkeluarga. Akhirnya, secara mengagumkan, Ia pun menjelma menjadi manusia dengan lahir, tumbuh dan berkarya dalam keluarga kudus Nazaret. Dialah Yesus Kristus. Kelahiran-Nya di dunia adalah tanda kerinduan Allah untuk menjadikan umat manusia sebagai satu keluarga di dalam nama-Nya. Intinya, Allah menunjukkan betapa mulianya sebuah keluarga. Itulah sebabnya keluarga Katolik dipanggil untuk mengikuti model relasi abadi nan suci dari Allah Tritunggal.

Kehidupan keluarga zaman sekarang banyak yang semakin jauh dari model harapan Allah. Lihatlah berita dan dunia sekitar, tanpa analisa sosial yang tinggi tinggi, trend kasus perceraian dan keluarga toxic semakin marak terjadi. Tidak hanya menjangkiti keluarga muda, tetapi juga pasangan lanjut usia. Tidak hanya dialami oleh pasangan rakyat jelata tapi juga pasangan konglomerat. Tidak hanya menjamur di kota-kota besar tapi juga di daerah terpencil. Tak jarang pasangan viral jadi model berkeluarga bagi para netizen. Sementara bagi anak-anak yang mengalami keluarga broken home bisa merasa jijik terhadap segala bentuk hidup keluarga. Maka, tidak heran bila banyak anak muda memilih teman sebaya, komunitasnya, bahkan lebih asyik dan nyaman dengan gawainya ketimbang orang tua dan keluarganya.

Kalau diusut ke belakang, apa yang mengikis nilai hidup berkeluarga? Ada banyak. Salah satu yang paling menonjol adalah media. Manusia seperti sekoci di tengah samudra informasi. Media membawa berbagai informasi tetapi informasi ini sulit dipastikan kebenaranya. Hal itu diperparah oleh kedangkalan nalar kritis manusia untuk menilai benar-salah, bermakna atau dangkalnya sesuatu. Akibatnya, cepat atau lambat, manusia percaya dan menjalani pilihan yang semu. Salah satunya adalah anggapan bahwa keluarga harus yang asyik, seru, keren, sensasi, kaya, cantik atau tampan dan seterusnya. Keluarga seperti ini akan berlabuh di pulau yang kering dan hampa. Sementara keluarga yang berjalan dalam makna sejati akan berlabuh di pulau subur dan penuh kehidupan. Nah, apakah keluarga ideal yang kita bayangkan sesuai dengan yang dirindukan Tuhan? Ataukah ideal keluarga di kepala kita zaman sekarang adalah hasil algoritma dari informasi yang kita telan mentah-mentah?

Teman Muda yang luar biasa. Salah satu poin penting Injil yang kita baca adalah "keluarga". Di sana kita menemukan pribadi istimewa, yakni Bunda Maria. Tadi kita sudah melihat bahwa keluarga ideal tidak lahir dari ekonomi yang mapan, ketampanan atau kecantikan maupun usia, tetapi dari nilai sejati yang dihidupi keluarga itu. Sebagai keluarga Katolik, nilai atau model ideal keluarga ditemukan dalam relasi kasih abadi nan suci antara Bapa, Putera dan Roh Kudus. Mereka hidup setara, saling mengasihi, berkorban, saling memberi diri satu sama lain, saling percaya, dan mendukung. Setiap anggota keluarga Katolik hendaknya hidup setara, saling mengasihi, berkorban, saling percaya dan mendukung. Agar yang dirindukan Allah dari kehidupan keluarga Katolik tumbuh subur, keluarga Katolik mesti ingat sosok Bunda Maria. Bunda Maria harus dilibatkan dalam kehidupan keluarga katolik.

Ada tiga hal penting yang kita petik dari bacaan Injil di atas yang berkaitan dengan pentingnya melibatkan Bunda Maria dalam keluarga kita. Pertama, izinkan Bunda Maria menjadi "orang dalam" di keluarga kita. Kalimat "Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ," menunjukkan bahwa Bunda Maria adalah orang dalam pada peristiwa perkawinan di Kana. Ia bukan orang luar atau sekadar tamu. Berkat Bunda Maria sebagai orang dalam, Tuhan Yesus hadir dalam perkawinan itu. Demikian juga, bila Bunda Maria menjadi orang dalam di keluarga kita, maka akses Yesus makin luas untuk masuk, tinggal dan berperan di dalamnya. Oleh sebab itu, patung Bunda Maria di rumah keluarga katolik bukanlah sekadar benda seni atau hiasan, tetapi tanda bahwa keluarga tersebut menerima Bunda Maria menjadi penjaga iman.

Kedua, mengikuti saran Maria untuk taat kepada Sabda Yesus, "apa yang dikatakan kepadamu, lakukanlah itu." Kata-kata Bunda Maria ini adalah ajakan untuk melayani (diakonia). Sebagai keluarga, kita mengikuti teladan dan saran Bunda Maria agar patuh pada sabda Yesus. Inti perintah Yesus adalah kasih pada Allah dan sesama. Dan siapa lagi lingkaran sesama yang paling dekat dengan kita kalau bukan keluarga kita sendiri? Maka, kasihilah keluarga seperti Allah: dengan memandang setara, saling mengasihi, berkorban, saling percaya dan mendukung.

Ketiga, mukjizat pertama Yesus - air menjadi anggur, "Hal itu dilakukan Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya...". Bukan kebetulan jika mukjizat pertama Yesus terjadi dalam konteks perkawinan. Dalam kisah itu, anggur jadi tanda kehadiran kerajaan Allah perjamuan abadi. Artinya, melalui kisah Kana, keluarga dipanggil untuk bersatu dengan keluarga (Kerajaan) Allah bersama Bunda Maria dan para kudus. Memang tak ada keluarga yang sempurna selain keluarga Kudus Nazaret. Kadang keluarga berhenti hanya pada rasa "wow" terhadap mukjizat (hal-hal yang menyenangkan, indrawi, perasaan dan sensasional) atau "aduh" pada aib, derita dan tantangan hidup keluarga. Namun, melalui mukjizat perkawinan di Kana kita jadi mengerti bahwa berkat bukanlah puncak prestasi dan tujuan keluarga, dan masalah bukanlah kiamat keluarga yang menutup harapan keluarga untuk bangkit.

Teman Muda yang diberkati Tuhan. Hanya dengan melayani akan terjadi mukjizat di dalam keluarga. Itulah tugas diakonia, yang didorong oleh Bunda Maria. Berkat jiwa pelayanan Bunda Maria, para pelayan dan bahkan Tuhan Yesus-lah yang mewujudkan terjadinya mukjizat, membawa berkat dan sukacita. Bunda Maria melayani dari dalam sehingga ia tahu betul adanya kekurangan anggur. Para pelayan melayani karena patuh dan hormat kepada Bunda Maria dan Tuhan Yesus. Yesus pun turut melayani dalam perkawinan itu dengan mengubah air jadi anggur. Pelayanan di keluarga hanya berjalan baik bila relasi dalam keluarga itu harmonis. Kita dapat belajar dari relasi antara keluarga Kana, Bunda Maria, para pelayan dan Tuhan Yesus bersifat setara, saling mengasihi, berkorban, saling percaya dan mendukung. Semoga kita menjadi Orang Muda yang selalu memberi tempat utama kepada Bunda Maria agar ia terlibat dalam mendewasakan iman keluarga kita.


 


DOA SPONTAN
(Berdasarkan peneguhan di atas, dan dari keperluan kehidupan Teman Muda, dipersilakan menyampaikan doa-doa spontannya.)

 



DOA PENYERAHAN KEPADA BUNDA MARIA (PUJI SYUKUR NO. 216)

(Didoakan secara bersama-sama)

Santa Maria, Bunda Allah, kami bersyukur karena Allah telah membebaskan engkau dari noda dosa sejak engkau dikandung; Ia berkenan memperhatikan kerendahanmu, dan mengangkat Engkau menjadi ibu Sang Juru Selamat. Kami bersyukur pula karena engkau telah menjadi teladan orang beriman. Dalam menanggapi panggilan Allah, Engkau menyerahkan diri segenap hati dengan berkata, "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu."

Ya Bunda, kami, para putramu, sangat mencintai engkau dan ingin mengikuti teladanmu. Mohonkanlah kami rahmat Allah, agar kami selalu berusaha melakukan kehendak Allah.

Bunda yang penuh kasih sayang, kami serahkan kepadamu segenap keluarga kami. Sudilah engkau selalu melindungi kami sekeluarga. Semoga kami semua menjadi anak-anak yang patut kepadaMu dan saling mengasihi dengan tulus hati.

Kami serahkan kepadamu segenap warga masyarakat kami bersama para pemimpinnya. Sudilah engkau melindungi mereka dalam setiap usaha membangun bangsa dan negara.

Ya Ratu Pencinta Damai, batulah agar segala bangsa bersatu padu, hidup rukun dan damai. Bukalah jalan iman bagi mereka yang belum mengenal putramu, Yesus.

Doakanlah mereka yang dianiaya karena iman dan kebenaran. Semoga mereka tabah, dan tetap setia kepada Yesus, putramu.

Ya Bunda Maria, penolong yang sejati, hantarkanlah semua permohonan kami ini ke hadapan putramu, Sang Maharaja Kerajaan Damai, tempat setiap doa permohonan dikabulkan, setiap beban hati diringankan, dan segala kelemahan dikuatkan. Dialah Tuhan kami kini dan sepanjang masa.
(Amin.)

Doa Bapa Kami 1x

 


DOA PENUTUP
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari Teman Muda)

P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P+U : Bapa yang Mahabaik. Terima kasih atas bimbingan-Mu. Hari ini Engkau mengajar kami betapa mulianya hidup keluarga bila mengikuti teladan keluarga Tritunggal Mahakudus. Engkau, bersama Yesus sahabat kami dan Roh Kudus selalu hidup setara, saling mengasihi, berkorban, saling percaya dan mendukung. Melalui Bunda Maria dan putera-Mu, kami semakin dekat dengan keluarga kami. Kami diajak untuk dekat dan melayani keluarga kami sendiri. Maka, jauhkanlah keluarga kami dari yang jahat, dari pesona dan daya tarik model keluarga yang semu dan tak bermakna. Semoga Engkau selalu mendengarkan doa, harapan, keluh kesah dan sukacita yang kami sampaikan kepada-Mu melalui Bunda Maria. Semua ini kami mohon kepada-Mu, demi Kristus Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

 


BERKAT PENUTUP

P : Semoga Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya
P : Semoga kita semua diberkati Tuhan yang Mahakuasa
P+U : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
P : Teman-teman terkasih, pendalaman iman Bulan Maria pertemuan kedua sudah selesai
U : Syukur kepada Allah


 


KELUARGA ADALAH KARUNIA

Oh sungguh betapa indahnya
Bila kasih sayang Tuhan menyertai keluarga
Bagaikan tetesan embun membasahi rerumputan
Seperti sinar mentari menerangi dunia.

Reff:
Keluarga adalah karunia
Persekutuan kecil yang mulia
Tuhanlah yang berkuasa merancang
Dan membina masa depan yang cerah
Keluarga adalah karunia
Kebahagiaan itu anugerah-Nya
Berkat-Nya tak berhenti
Terus mengalir dan mengalir sepanjang masa.

Oh sungguh betapa indahnya
Bila tiap rumah tangga hidup saling mengasihi
Tuhan mem'rintahkan berkat
Sukacita dilimpahkan
Hidupnya pun disinari cahaya kes'lamatan

(Reff)
Keluarga penuh kasih
Berkat Tuhan melimpah
 



 


 



Bahan Pendalaman Iman 
Bulan Maria Tahun 2026
Untuk OMK
Komisi OMK Keuskupan Surabaya

Versi Digital oleh 


UKWMS Kampus Kota Madiun