PERTEMUAN 4
Merayakan Iman Bersama Maria
YA NAMAMU MARIA
Ya namamu Maria, bunda yang kucinta
Merdu menawan hati, segala anakmu
Patutlah nama itu hidup di batinku
Dan nanti kuucapkan di saat ajalku
Ya nama yang keramat perisai hidupku
Dengan nama Maria aku pasti menang
Patutlah nama itu hidup di batinku
Dan nanti kuucapkan di saat ajalku
Bila hatiku risau dan dirundung duka
Kuingat nama Ibu yang pasti menghibur
Patutlah nama itu hidup di batinku
Dan nanti kuucapkan di saat ajalku
Dan nanti kuucapkan di saat ajalku
TANDA SALIB
P + U: Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
P: Semoga beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
PENGANTAR
Hallo teman-teman OMK! Bagaimana kabarnya?
Berjumpa lagi dalam pertemuan kita di Bulan Mei ini yang oleh Gereja
secara khusus didedikasikan kepada Bunda Maria sebagai Bulan Maria.
Sebagai Orang Muda Katolik, kita diajak untuk semakin mengetahui tentang
seluk-beluk perayaan liturgi yang ada hubungannya dengan Bunda Maria.
Hal ini bukan berarti kita menyembah Bunda Maria, tetapi menghormati
Bunda Maria sebagai Bunda Yesus dan bunda kita. Secara khusus dalam
perayaan liturgi, kita diajak untuk merasakan kehadiran Bunda Maria
dalam liturgi yang kita rayakan. Setelah kita diajak untuk menyadari
kehadiran Bunda Maria dalam liturgi yang kita rayakan, kita diajak untuk
semakin mencintai dan merayakan liturgi dengan penuh iman.
Teman-teman OMK, dalam setiap liturgi yang kita rayakan apakah kita
menyadari kehadiran Bunda Maria? Atau malah kita tidak tahu bahwa Bunda
Maria dihormati dalam perayaan liturgi Gereja? Untuk menjawab itu semua,
dalam pertemuan ini kita diajak untuk mengetahui inti liturgi mengenai
perayaan Bunda Maria, merasakan kehadiran Bunda Maria dalam Liturgi, dan
merayakan liturgi peringatan Bunda Maria dengan penuh iman.
Teman-teman OMK, sebelum kita melangkah lebih jauh untuk merayakan iman
bersama Bunda Maria melalui sikap menyadari kehadirannya dalam liturgi
dan merayakan liturgi peringatan Bunda Maria dalam Gereja, marilah kita
hening sejenak untuk berdoa mohon penyertaan Tuhan.
DOA PEMBUKA
(Didoakan bersama-sama atau dapat dipilih seseorang untuk berdoa)
P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P + U : Allah Bapa di dalam surga, kami sungguh bersyukur atas
kasih dan berkatMu yang senantiasa Engkau berikan kepada kami semua.
Sebagai anak-anakMu kami datang menghadap dengan rendah hati memohon
penyertaan-Mu dalam pertemuan kami pada hari ini. Berkatilah pertemuan
yang akan kami lakukan guna merenungkan misteri kasihMu tentang perayaan
liturgi bersama Maria bunda kami. Kami mohon, utuslah Roh Kudus supaya
menerangi hati dan budi kami dalam pertemuan kami ini. Semoga apa yang
kami pelajari bersama pada kesempatan hari ini dapat berbuah seturut
kehendakMu dan melaksanakannya dalam kehidupan kami sehari-hari.
Sehingga kami dapat menyadari kehadiran Bunda Maria dan merayakan
liturgi dengan penuh iman. Seluruh doa, harapan, dan permohonan ini kami
sampaikan kepadaMu Bapa dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang
berkuasa dengan Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah
sepanjang segala masa.
P+U : Amin.
BACAAN KITAB SUCI
INJIL LUKAS 2:22-40
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka
membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada
tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus
dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa
yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau
dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama
Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi
Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh
Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia
yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika
Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan
kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan
menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah
hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab
mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau
sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan
bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umatMu, Israel." Dan
bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang
Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak
itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau
membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang
menimbulkan perbantahan -dan suatu pedang akan menembus jiwamu
sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." Lagipula di
situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia
sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya
bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat
tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah
dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke
situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu
kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Dan
setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan,
kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih
karunia Allah ada pada-Nya.
SHARING PENDALAMAN
1.Menurut Teman Muda, momen atau peristiwa apa yang menarik dalam teks
yang sudah kita simak bersama? Mengapa momen itu menarik bagimu?
2.Menurut Teman Muda, mengapa Yesus kecil dibawa ke Yerusalem oleh kedua
orangtua-Nya?
3.Menurut Teman Muda, apa makna dari ucapan Simeon kepada Bunda Maria?
PENEGUHAN
Teman Muda yang terkasih, pernah atau tidak kita berpikir atau merasakan
kalau hidup doa maupun peribadatan kita seringkali terasa membosankan?
Dilema dan problematika yang sering kita alami sebagai orang muda ialah
rasa bosan terhadap "rutinitas" yang kita lakukan setiap Minggu di
gereja, sehingga kita tidak jarang "jajan" ke tempat ibadah-tempat
ibadah lain untuk memenuhi kepuasan rohani kita yang tidak didapatkan di
Gereja Katolik. Salah satu bentuk problematika ini, sering dijumpai di
sekitar kita atau bahkan kita alami secara pribadi. Ada kalanya
permasalahan ini justru membawa kita pada pemahaman yang dangkal akan
iman kita serta hal-hal yang berkaitan dengan Gereja.
Teman Muda yang terkasih, kita sebagai orang beriman pastinya memiliki
kesadaran dan kemauan untuk melaksanakan kewajiban kita untuk beribadah.
Kita tahu bahwa orang Katolik selalu beribadah di hari Minggu
dikarenakan hari Minggu ialah peringatan akan kebangkitan Tuhan kita,
Yesus Kristus. Dari bacaan yang telah kita simak bersama tentang Yesus
yang dibawa ke Yerusalem untuk dipersembahkan kepada Allah, kita semua
bisa melihat bagaimana kedua orangtua biologis Yesus, Bunda Maria dan
Bapa Yusuf, memenuhi kewajiban mereka seturut dengan adat dan kebiasaan
orang Yahudi. Berdasarkan adat dan kebiasaan orang Yahudi, "Semua anak
laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan
korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang
burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati." Kebiasaan seperti ini
dapat kita lihat dalam kehidupan menggereja yakni dalam liturgi maupun
perayaan-perayaan sakramental; sehingga akar tradisi beribadat kita
sebagai persekutuan orang-orang beriman, sungguh tidak terlepas dari apa
yang sudah dilakukan oleh Bunda Maria dan Yesus sendiri di masa lampau.
Teman Muda yang terkasih, pada Bulan Maria ini, kita bersama-sama diajak
untuk merenungkan dan menghayati sosok Bunda Maria dalam setiap aspek
kehidupan yang telah dijalaninya. Salah satu aspek yang hendak kita
renungkan dan hayati pada pertemuan ini adalah Bunda Maria yang taat
beribadah. Perlu kita ingat bahwa Bunda Maria sangat lekat pada setiap
perayaan Gereja; kita bisa ambil contoh Bulan Maria yang saat ini kita
rayakan. Dengan adanya Bulan Maria ini, menegaskan bahwa posisi Bunda
Maria di dalam perayaan liturgi Gereja Katolik berada di posisi yang
istimewa; hal ini pun memberikan makna yang teramat luhur pada peran
penting Bunda Maria sebagai Bunda dari Sang Sabda Allah yang menjadi
manusia.
Teman Muda yang terkasih, peribadatan atau liturgi Gereja Katolik begitu
kaya dan pastinya tidak bisa dilepaskan dari sosok Bunda Maria. Kembali
pada teks yang sudah kita simak tadi, kita melihat bagaimana Bunda Maria
sungguh taat melaksanakan ibadat seturut tradisi kebiasaan orang Yahudi.
Bunda Maria tidak sekedar memosisikan diri sebagai umat biasa yang
melakukan kewajibannya beribadah, melainkan Bunda Maria turut
mempersembahkan diri maupun hidupnya secara utuh. Hal ini juga turut
diperkuat dengan ucapan dari Simeon yang mengatakan, "suatu pedang akan
menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak
orang." Melalui ucapan Simeon ini, kita bisa mengetahui bahwa kehadiran
Bunda Maria sungguh memiliki arti dan makna bahwa hidupnya serta dirinya
turut dipersembahkan pula bersama dengan Yesus sendiri. Bunda Maria
mempersembahkan dirinya secara utuh dan persembahan dirinya kelak
terwujud saat ia menyaksikan Puteranya mengurbankan Diri di atas kayu
salib.
Teman Muda yang terkasih, perayaan liturgi dan sakramental yang kita
rayakan di dalam gereja dapat menjadi sarana bagi kita untuk merasakan
serta menghayati peran Bunda Maria yang turut hadir dan mendampingi
kita. Kehadiran Bunda Maria merupakan rahmat yang tak ternilai di mana
Bunda Maria turut menyertai kita, anak-anaknya, sekaligus hadir bersama
Yesus Kristus sendiri untuk menguatkan iman kita semua. Dalam salah satu
momen ketika Bunda Maria mengunjungi Elisabet, Elisabet begitu senang
atas kedatangan Bunda Maria serta berkata "Diberkatilah engkau di antara
semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai
ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?" (Luk. 1: 42-43).
Peristiwa kunjungan Maria kepada Elisabet ini juga menguatkan peran
Bunda Maria yang menjadi pendamping serta teman yang mau turut menemani
setiap perjalanan hidup siapa saja. Hal ini dapat menjadi pengingat bagi
kita semua bahwa Bunda Maria tidak akan pernah meninggalkan kita
sendirian.
Teman Muda yang terkasih, kita mengetahui ada berbagai macam perayaan
yang ditujukan untuk menghormati Bunda Maria di dalam perayaan liturgi
Gereja. Kita ambil contoh saja, Hari Raya Kabar Sukacita yang dirayakan
setiap tanggal 25 Maret; Hari Raya Maria Diangkat ke Surga yang
dirayakan setiap tanggal 8 Agustus; atau Hari Raya Santa Perawan Maria
Dikandung Tanpa Dosa yang dirayakan setiap tanggal 8 Desember.
Perayaan-perayaan yang ditujukan kepada Bunda Maria tersebut hendak
membawa kita semua pada makna yang mendalam tentang peran Bunda Maria
dalam kehidupan umat beriman. Bagi kita semua yang mengimani Kristus,
kita tidak bisa mengabaikan peran Bunda Maria yang selalu bersama kita.
Kita dapat merasakan kehadiran Bunda Maria dalam perayaan liturgi Gereja
yakni melalui beberapa Hari Raya khusus untuk menghormati Bunda Maria,
serta dalam beberapa doa yang dikhususkan kepada Bunda Maria. Perayaan
liturgi yang tidak terlepas dari Bunda Maria ini menjadikan kekhasan
Gereja Katolik sungguh terasa, sehingga kita patut untuk bangga dan
mensyukuri iman Katolik yang kita pegang teguh.
Teman Muda yang terkasih, sebagai orang muda yang sangat mencintai iman
Katolik, kita semua patut berbangga akan iman kita serta kekayaan iman
kita yang begitu bernilai. Iman kita hidup dan berakar dari penghayatan
yang mendalam terhadap kebiasaan-kebiasaan yang sudah diwariskan oleh
para pendahulu kita sampai saat ini. Dengan penuh iman dan rasa syukur,
perayaan iman yang kita laksanakan sampai hari ini menjadi sebuah momen
pengenangan atas apa yang sudah terjadi selama sekian ribu tahun.
Perayaan iman yang kita rayakan menjadi tanda keselamatan yang dapat
kita maknai sebagai sarana bagi keselamatan jiwa kita. Sebagaimana Bulan
Maria yang didedikasikan khusus atas peran Bunda Maria terhadap hidup
kita, maka kita semua patut untuk memberikan penghormatan yang
selayaknya atas peran serta Bunda Maria dalam setiap momen hidup kita.
DOA SPONTAN
(Berdasarkan peneguhan di atas, dan dari keperluan kehidupan Teman Muda,
dipersilakan menyampaikan doa-doa spontannya.)
DOA PENYERAHAN KEPADA BUNDA MARIA (PUJI SYUKUR NO. 216)
(Didoakan secara bersama-sama)
Santa Maria, Bunda Allah, kami bersyukur karena Allah telah membebaskan
engkau dari noda dosa sejak engkau dikandung; Ia berkenan memperhatikan
kerendahanmu, dan mengangkat Engkau menjadi ibu Sang Juru Selamat. Kami
bersyukur pula karena engkau telah menjadi teladan orang beriman. Dalam
menanggapi panggilan Allah, Engkau menyerahkan diri segenap hati dengan
berkata, "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu."
Ya Bunda, kami, para putramu, sangat mencintai engkau dan ingin
mengikuti teladanmu. Mohonkanlah kami rahmat Allah, agar kami selalu
berusaha melakukan kehendak Allah.
Bunda yang penuh kasih sayang, kami serahkan kepadamu segenap keluarga
kami. Sudilah engkau selalu melindungi kami sekeluarga. Semoga kami
semua menjadi anak-anak yang patut kepadaMu dan saling mengasihi dengan
tulus hati.
Kami serahkan kepadamu segenap warga masyarakat kami bersama para
pemimpinnya. Sudilah engkau melindungi mereka dalam setiap usaha
membangun bangsa dan negara.
Ya Ratu Pencinta Damai, batulah agar segala bangsa bersatu padu, hidup
rukun dan damai. Bukalah jalan iman bagi mereka yang belum mengenal
putramu, Yesus.
Doakanlah mereka yang dianiaya karena iman dan kebenaran. Semoga mereka
tabah, dan tetap setia kepada Yesus, putramu.
Ya Bunda Maria, penolong yang sejati, hantarkanlah semua permohonan kami
ini ke hadapan putramu, Sang Maharaja Kerajaan Damai, tempat setiap doa
permohonan dikabulkan, setiap beban hati diringankan, dan segala
kelemahan dikuatkan. Dialah Tuhan kami kini dan sepanjang masa.
(Amin.)
Doa Bapa Kami 1x
DOA PENUTUP
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari
Teman Muda)
P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P + U : Allah Bapa yang penuh kasih, kami mengucapkan syukur atas
penyertaan dan perlindunganMu selama pertemuan yang keempat ini. Kami
sungguh bersyukur oleh karena rahmat dan penyertaanMu sehingga kami
boleh merenungkan misteri suciMu. Kami mohon Tuhan, supaya dalam
kehidupan kami sehari-hari di waktu yang akan datang selalu dapat
meneladan Bunda Maria melalui liturgi yang kami rayakan. Ya Bunda Maria,
doakanlah kami selalu supaya dapat menghidupi perayaan liturgi yang kami
rayakan. Semoga apa yang kami renungkan dan pelajari bersama dapat
menjadi bekal kami menjadi pewarta dalam hidup sehari-hari dan berkat
bagi orang-orang yang kami jumpai. Doa, harapan, dan seluruh niat baik
kami, kami persembahkan kepadaMu, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan
kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
BERKAT PENUTUP
P : Semoga Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya
P : Semoga kita semua diberkati Tuhan yang Mahakuasa
U : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
P : Teman-teman terkasih, pendalaman iman Bulan Maria pertemuan keempat
sudah selesai
U : Syukur kepada Allah
SALAM MARIA
Salam Maria rahmat Tuhan sertaMu
Bunda Yesus Kristus doakanlah kami
Salam Maria Engkau Bunda Gereja
lindungilah kami doakan putraMu
Salam Maria Ratu Surga dan Bumi
terpujilah Engkau di sepanjang masa

