BULAN MARIA TAHUN 2026

UNTUK OMK

Keuskupan Surabaya Tahun 2026

Logo APP 2026

PERTEMUAN 5
Diutus Bersama Maria
 


MARIA KAU PENUH BERKAT (PS 450)

Maria, kau penuh berkat,
terpilih oleh Allahmu
mendapat tugas yang
berat: menjadi ibu Penebus.

Kau melebihi kaum-mu
perihal tugas dan rahmat:
Engkau mengikuti putramu
di jalan salib yang berat.
 


 


TANDA SALIB
P + U:
Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
P : Semoga beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

 


PENGANTAR
Selamat berjumpa kembali teman Muda! Kali ini kita akan memaknai tema "Diutus bersama Maria". Melalui tema ini, kita diajak melihat bagaimana Maria yang telah bersatu dengan Kristus melalui rahimnya segera mengunjungi Elisabet dan membawa kesaksian tentang karya Allah dalam hidupnya. Maria tidak menunda membawa kabar gembira Yesus Kristus kepada orang lain, tetapi langsung bergerak menjalankan misinya untuk mewartakan pengalaman imannya dengan penuh kegembiraan. Sikap ini mengingatkan kita akan tugas perutusan kita yakni mewartakaan iman dengan penuh sukacita, namun itu semua bukan sekedar angan-angan atau ide saja, tetapi membutuhkan keberanian untuk melangkah seperti Maria yang langsung bergegas menuju rumah Elisabet.

Lewat pendalaman iman ini, kita diajak untuk menyadari kembali tugas perutusan kita sebagai anak-anak Allah yang diutus untuk mewartakan iman dengan penuh sukacita. Kita memang masih muda dan belum banyak pengalaman dalam memberikan kesaksian iman. Akan tetapi, percayalah kita tetap bisa menjadi pewarta iman di tengah lingkungan hidup kita sehari-hari dengan cara kita masing masing. Semoga pendalaman iman ini membantu kita semakin berani diutus bersama Maria untuk mewartakan iman akan Kristus dalam hidup kita sehari-hari. Mari bersama Maria, kita melangkah dan mewartakan iman serta kegembiraan bagi sesama melalui perutusan-perutusan kita dimanapun kita berada.

 


DOA PEMBUKA
(Didoakan bersama-sama atau dapat dipilih seseorang untuk berdoa)

P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P + U : Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur dalam pertemuan pendalaman iman Bulan Maria ini. Engkau mempersatukan kami untuk merenungkan sabda-Mu. Kami ingin meneladani Bunda Maria yang dengan imannya mengunjungi Elisabet dan membawa  sukacita bagi sesamanya. Bukalah hati dan pikiran kami agar mampu memahami sabda-Mu pada hari ini dan berani diutus untuk melayani. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

 


BACAAN KITAB SUCI
INJIL LUKAS 1:39-56


Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Disitu ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana". Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari tahktanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya". Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

 


SHARING PENDALAMAN
1.Apa yang menarik dari kisah Maria mengunjungi Elisabet saudarinya?
2.Maria memberikan kesaksian akan pengalaman imannya kepada Elisabet dengan gembira dan penuh sukacita, Pernahkah Teman Muda membagikan pengalaman iman kepada orang lain? Bagaimana perasaan Teman Muda saat membagikannya/menceritakannya? Coba ceritakan secara singkat!
3.Buatlah aksi nyata untuk dilakukan dalam tahun 2026, dalam menghayati tema; "Diutus Bersama Maria"!

 


PENEGUHAN
Teman-teman muda yang terkasih, tidak terasa telah empat minggu kita lalui pendalaman iman bulan Maria ini. Meskipun telah empat minggu kita jalani bersama pendalaman iman ini, harapannya kita tidak bosan dan lelah untuk menuntaskannya di penghujung bulan Maria tahun ini. Dalam menjalani pendalaman iman pada bulan Maria ini terkadang kita mengalami rasa malas untuk datang pendalaman iman atau mager karena pertemuan yang mungkin membosankan atau bertabrakan dengan agenda pribadi yang lebih menyenangkan.

Teman muda, tidak sedikit dari kita yang merasa ragu dengan dirinya sendiri. Ada yang takut melangkah karena merasa tidak cukup baik. Ada juga yang sibuk dengan sekolah, kuliah, atau pekerjaan. Akibatnya keterlibatan di gereja jadi berkurang. Kadang pula iman terasa jauh dari kehidupan sehari-hari.

Teman Muda terkasih. Dengan titik pandang kita sebagai utusan bersama Bunda Maria, ada dua hal penting yang dapat kita petik dari Injil Lukas 1:39-56 yakni menjadi murid yang "sigap" dan "otentik.". Pertama, "sigap". Dalam Injil di atas, kita melihat Bunda Maria yang sigap pergi mengunjungi Elisabet. Setelah Bunda Maria ditawari menjadi Ibu Juruselamat, dan Bunda Maria bersedia pada tawaran itu, ia segera berbagi sukacita. Ini bukan berarti Bunda Maria bermulut 'ember', tetapi pengalaman kasih sejati mendorongnya segera berbagi sukacita. Pengalaman kasih yang sejati tak mungkin dibendung oleh siapa dan apa pun. Bunda Maria tidak hanya diam setelah menerima kabar dari Tuhan. Dia tidak menyimpan sendiri sukacita itu. Ia pun tidak bermaksud pamer, itulah sebabnya dalam kidung, Maria. "Aku mengagungkan Tuhan ...", bukan kata-kata egoisme tetapi ungkapan kesadaran mendalam bahwa dirinya hina dan dina di hadapan Tuhan. Di saat yang sama, sekalipun demikian, Tuhan berkenan kepadanya.

Teman Muda terkasih. Hendaknya kita pun menjadi seperti Bunda Maria dalam hal kecekatan atau kesigapan. Dalam bahasa zaman sekarang itu disebut satset watwet. Dengan iman yang besar, ia segera menjawab panggilan untuk menjadi Bunda Allah. Ia pun segera berbagi kabar gembira, dimulai dengan keluarga terdekat, kepada Elisabet saudaranya. Sebagai orang muda, tindakan satset watwet ini bisa tumbuh dalam hidup kalau kita biasa tidak menunda hal-hal baik dalam hidup. Salah satu cara konkretnya adalah buat prioritas, kerjakan, dan temukan sukacita dari situ.

Hal penting yang kedua dalam menjadi utusan bersama atau seperti Bunda Maria adalah menjadi otentik. Menjadi otentik itulah yang membawa sukacita. Sukacita itu bukanlah sukacita sejati bila hati manusia kuat menampungnya. Artinya, sukacita sejati mesti harus dibagikan. Koruptor bisa saja kuat menyembunyikan sukacita semu dari harta hasil jarahan, tetapi sukacita seorang yang merasa dikasihi Allah seperti Bunda Maria tak mampu menampung sukacita itu hanya untuk dirinya sendiri. Sebab sukacita sejati berasal dari dalam hati berkat rahmat Allah, berkat dikasihi oleh-Nya. Bukan dari luar dan bersifat manusiawi belaka. Apa sukacita sejati itu? Ya, Allah sendiri.

Bagaimana menjadi utusan otentik seperti Bunda Maria? Menjadi utusan berarti merasul untuk mewartakan kabar sukacita. Agar sukacita yang dibagikan bukan sekadar menyenangkan selera humor, maka isinya harus yang menjawab kerinduan terdalam hati manusia. Kerinduan hati manusia yang terdalam adalah kasih Allah dan Allah sendiri. Seorang utusan bukan diutus oleh dirinya sendiri, tetapi diutus oleh orang lain. Maka, hendaknya pesan yang dibawakan kepada siapa dia diutus adalah hati, diri, kehormatan dari yang mengutusnya. Bunda Maria melakukan itu. Ia tidak mewartakan sukacita dari dirinya, tetapi sukacita dari Yesus yang dikandungnya sendiri. Itulah sebabnya Elisabet sangat mudah merasakan sukacita sejati dan menjadi sangat bahagia. Elisabet mengatakan, "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?" Ini menunjukkan bahwa untuk menjadi utusan Yesus, kita harus "mengandung" Yesus dalam hati kita. Sederhananya, kita sendiri harus melakukan apa yang kita bagikan dalam perutusan kita. Kalau tidak ada Tuhan Yesus di dalam hati kita, warta itu "tong kosong nyaring bunyinya." Itulah sebabnya, meskipun Bunda Maria tak banyak bicara dalam kisah Kitab Suci, tetapi hidupnya mengatakan banyak hal. Seorang bijak pernah berkata, "berkata dan berbicara tidaklah identik. Seorang bisa banyak bicara tetapi tidak mengatakan sesuatu pun. Seorang mungkin tinggal diam, tetapi tanpa bicara ia justru mengatakan banyak hal."

Maria juga memuji Tuhan lewat doa Magnificat. Ia bersyukur karena Tuhan berkarya dalam hidupnya. Maria mengajarkan kita untuk rendah hati dan percaya kepada Tuhan. Walaupun kita masih muda, Tuhan bisa memakai kita. Kita bisa menjadi pembawa kabar baik di keluarga dan kepada siapa kita berteman dan bersahabat.

 


DOA SPONTAN
(Berdasarkan peneguhan di atas, dan dari keperluan kehidupan Teman Muda, dipersilakan menyampaikan doa-doa spontannya.)

 


DOA PENYERAHAN KEPADA BUNDA MARIA (PUJI SYUKUR NO. 216)
(Didoakan secara bersama-sama)

Santa Maria, Bunda Allah, kami bersyukur karena Allah telah membebaskan engkau dari noda dosa sejak engkau dikandung; Ia berkenan memperhatikan kerendahanmu, dan mengangkat Engkau menjadi ibu Sang Juru Selamat. Kami bersyukur pula karena engkau telah menjadi teladan orang beriman. Dalam menanggapi panggilan Allah, Engkau menyerahkan diri segenap hati dengan berkata, "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu."

Ya Bunda, kami, para putramu, sangat mencintai engkau dan ingin mengikuti teladanmu. Mohonkanlah kami rahmat Allah, agar kami selalu berusaha melakukan kehendak Allah.

Bunda yang penuh kasih sayang, kami serahkan kepadamu segenap keluarga kami. Sudilah engkau selalu melindungi kami sekeluarga. Semoga kami semua menjadi anak-anak yang patut kepadaMu dan saling mengasihi dengan tulus hati.

Kami serahkan kepadamu segenap warga masyarakat kami bersama para pemimpinnya. Sudilah engkau melindungi mereka dalam setiap usaha membangun bangsa dan negara.

Ya Ratu Pencinta Damai, batulah agar segala bangsa bersatu padu, hidup rukun dan damai. Bukalah jalan iman bagi mereka yang belum mengenal putramu, Yesus.

Doakanlah mereka yang dianiaya karena iman dan kebenaran. Semoga mereka tabah, dan tetap setia kepada Yesus, putramu.

Ya Bunda Maria, penolong yang sejati, hantarkanlah semua permohonan kami ini ke hadapan putramu, Sang Maharaja Kerajaan Damai, tempat setiap doa permohonan dikabulkan, setiap beban hati diringankan, dan segala kelemahan dikuatkan. Dialah Tuhan kami kini dan sepanjang masa.
(Amin.)

Doa Bapa Kami 1x

 


DOA PENUTUP
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari Teman Muda)

P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P + U : Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur atas bimbingan-Mu dalam pendalaman iman di Bulan Maria ini. Terima kasih karena melalui Bunda Maria Engkau mengajar kami untuk berani diutus membawa kasih dan sukacita. Kami mohon, utuslah Roh Kudus-Mu agar membimbing kami agar mampu menghidupi pesan yang kami renungkan hari ini dalam hidup sehari-hari. Semoga kami setia menjadi saksi Injil di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat. Kami panjatkan doa ini melalui Yesus Kristus Putra-Mu, Pengantara kami, yang bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa, Amin.

 


BERKAT PENUTUP
P : Semoga Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya
P : Semoga kita semua diberkati Tuhan yang Mahakuasa
U : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
P : Teman-teman terkasih, pendalaman iman Bulan Maria pertemuan kelima sudah selesai
U : Syukur kepada Allah

 


JIWAKU MEMUJI TUHAN (PS 675)

Jiwaku memuji Tuhan, hatiku pun bergemar.
Allah Jurus'lamatku, lihat kerendahanku,
karena sesungguhnya 'ku disebut yang bahagia.
Terpujilah kuasa-Nya: karya tangan-Nya.

Puji Tuhan mahamulia, mahakuasa dan benar,
kasih setia-Nya kekal dan kuduskanlah nama-Nya.
Cinta serta kasih-Nya sampai selama-lamanya.
Adil bagi yang taat pada janji-Nya.



 
 



Bahan Pendalaman Iman 
Bulan Maria Tahun 2026
Untuk OMK
Komisi OMK Keuskupan Surabaya

Versi Digital oleh 


UKWMS Kampus Kota Madiun