PERTEMUAN 5
Diutus Bersama Maria
MARIA KAU PENUH BERKAT (PS 450)
Maria, kau penuh berkat,
terpilih oleh Allahmu
mendapat tugas yang
berat: menjadi ibu Penebus.
Kau melebihi kaum-mu
perihal tugas dan rahmat:
Engkau mengikuti putramu
di jalan salib yang berat.
TANDA SALIB
P + U: Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
P : Semoga beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
PENGANTAR
Selamat berjumpa kembali teman Muda! Kali ini kita akan memaknai
tema "Diutus bersama Maria". Melalui tema ini, kita diajak melihat
bagaimana Maria yang telah bersatu dengan Kristus melalui rahimnya
segera mengunjungi Elisabet dan membawa kesaksian tentang karya Allah
dalam hidupnya. Maria tidak menunda membawa kabar gembira Yesus Kristus
kepada orang lain, tetapi langsung bergerak menjalankan misinya untuk
mewartakan pengalaman imannya dengan penuh kegembiraan. Sikap ini
mengingatkan kita akan tugas perutusan kita yakni mewartakaan iman
dengan penuh sukacita, namun itu semua bukan sekedar angan-angan atau
ide saja, tetapi membutuhkan keberanian untuk melangkah seperti Maria
yang langsung bergegas menuju rumah Elisabet.
Lewat pendalaman iman ini, kita diajak untuk menyadari kembali tugas
perutusan kita sebagai anak-anak Allah yang diutus untuk mewartakan iman
dengan penuh sukacita. Kita memang masih muda dan belum banyak
pengalaman dalam memberikan kesaksian iman. Akan tetapi, percayalah kita
tetap bisa menjadi pewarta iman di tengah lingkungan hidup kita
sehari-hari dengan cara kita masing masing. Semoga pendalaman iman ini
membantu kita semakin berani diutus bersama Maria untuk mewartakan iman
akan Kristus dalam hidup kita sehari-hari. Mari bersama Maria, kita
melangkah dan mewartakan iman serta kegembiraan bagi sesama melalui
perutusan-perutusan kita dimanapun kita berada.
DOA PEMBUKA
(Didoakan bersama-sama atau dapat dipilih seseorang untuk berdoa)
P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P + U : Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur dalam
pertemuan pendalaman iman Bulan Maria ini. Engkau mempersatukan kami
untuk merenungkan sabda-Mu. Kami ingin meneladani Bunda Maria yang
dengan imannya mengunjungi Elisabet dan membawa sukacita bagi
sesamanya. Bukalah hati dan pikiran kami agar mampu memahami sabda-Mu
pada hari ini dan berani diutus untuk melayani. Demi Kristus Tuhan kami.
Amin.
BACAAN KITAB SUCI
INJIL LUKAS 1:39-56
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke
pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Disitu ia masuk ke rumah
Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet
mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan
Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring:
"Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah
rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di
dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah
percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan
terlaksana". Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku
bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan
kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan
akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan
perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan
rahmat-Nya turun temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia
memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan
mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan
orang-orang yang berkuasa dari tahktanya dan meninggikan orang-orang
yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar,
dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong
Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang
dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya
untuk selama-lamanya". Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya
bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.
SHARING PENDALAMAN
1.Apa yang menarik dari kisah Maria mengunjungi Elisabet saudarinya?
2.Maria memberikan kesaksian akan pengalaman imannya kepada Elisabet
dengan gembira dan penuh sukacita, Pernahkah Teman Muda membagikan
pengalaman iman kepada orang lain? Bagaimana perasaan Teman Muda saat
membagikannya/menceritakannya? Coba ceritakan secara singkat!
3.Buatlah aksi nyata untuk dilakukan dalam tahun 2026, dalam menghayati
tema; "Diutus Bersama Maria"!
PENEGUHAN
Teman-teman muda yang terkasih, tidak terasa telah empat minggu kita
lalui pendalaman iman bulan Maria ini. Meskipun telah empat minggu kita
jalani bersama pendalaman iman ini, harapannya kita tidak bosan dan
lelah untuk menuntaskannya di penghujung bulan Maria tahun ini. Dalam
menjalani pendalaman iman pada bulan Maria ini terkadang kita mengalami
rasa malas untuk datang pendalaman iman atau mager karena pertemuan yang
mungkin membosankan atau bertabrakan dengan agenda pribadi yang lebih
menyenangkan.
Teman muda, tidak sedikit dari kita yang merasa ragu dengan dirinya
sendiri. Ada yang takut melangkah karena merasa tidak cukup baik. Ada
juga yang sibuk dengan sekolah, kuliah, atau pekerjaan. Akibatnya
keterlibatan di gereja jadi berkurang. Kadang pula iman terasa jauh dari
kehidupan sehari-hari.
Teman Muda terkasih. Dengan titik pandang kita sebagai utusan bersama
Bunda Maria, ada dua hal penting yang dapat kita petik dari Injil Lukas
1:39-56 yakni menjadi murid yang "sigap" dan "otentik.". Pertama,
"sigap". Dalam Injil di atas, kita melihat Bunda Maria yang sigap pergi
mengunjungi Elisabet. Setelah Bunda Maria ditawari menjadi Ibu
Juruselamat, dan Bunda Maria bersedia pada tawaran itu, ia segera
berbagi sukacita. Ini bukan berarti Bunda Maria bermulut 'ember', tetapi
pengalaman kasih sejati mendorongnya segera berbagi sukacita. Pengalaman
kasih yang sejati tak mungkin dibendung oleh siapa dan apa pun. Bunda
Maria tidak hanya diam setelah menerima kabar dari Tuhan. Dia tidak
menyimpan sendiri sukacita itu. Ia pun tidak bermaksud pamer, itulah
sebabnya dalam kidung, Maria. "Aku mengagungkan Tuhan ...", bukan
kata-kata egoisme tetapi ungkapan kesadaran mendalam bahwa dirinya hina
dan dina di hadapan Tuhan. Di saat yang sama, sekalipun demikian, Tuhan
berkenan kepadanya.
Teman Muda terkasih. Hendaknya kita pun menjadi seperti Bunda Maria
dalam hal kecekatan atau kesigapan. Dalam bahasa zaman sekarang itu
disebut satset watwet. Dengan iman yang besar, ia segera menjawab
panggilan untuk menjadi Bunda Allah. Ia pun segera berbagi kabar
gembira, dimulai dengan keluarga terdekat, kepada Elisabet saudaranya.
Sebagai orang muda, tindakan satset watwet ini bisa tumbuh dalam hidup
kalau kita biasa tidak menunda hal-hal baik dalam hidup. Salah satu cara
konkretnya adalah buat prioritas, kerjakan, dan temukan sukacita dari
situ.
Hal penting yang kedua dalam menjadi utusan bersama atau seperti Bunda
Maria adalah menjadi otentik. Menjadi otentik itulah yang membawa
sukacita. Sukacita itu bukanlah sukacita sejati bila hati manusia kuat
menampungnya. Artinya, sukacita sejati mesti harus dibagikan. Koruptor
bisa saja kuat menyembunyikan sukacita semu dari harta hasil jarahan,
tetapi sukacita seorang yang merasa dikasihi Allah seperti Bunda Maria
tak mampu menampung sukacita itu hanya untuk dirinya sendiri. Sebab
sukacita sejati berasal dari dalam hati berkat rahmat Allah, berkat
dikasihi oleh-Nya. Bukan dari luar dan bersifat manusiawi belaka. Apa
sukacita sejati itu? Ya, Allah sendiri.
Bagaimana menjadi utusan otentik seperti Bunda Maria? Menjadi utusan
berarti merasul untuk mewartakan kabar sukacita. Agar sukacita yang
dibagikan bukan sekadar menyenangkan selera humor, maka isinya harus
yang menjawab kerinduan terdalam hati manusia. Kerinduan hati manusia
yang terdalam adalah kasih Allah dan Allah sendiri. Seorang utusan bukan
diutus oleh dirinya sendiri, tetapi diutus oleh orang lain. Maka,
hendaknya pesan yang dibawakan kepada siapa dia diutus adalah hati,
diri, kehormatan dari yang mengutusnya. Bunda Maria melakukan itu. Ia
tidak mewartakan sukacita dari dirinya, tetapi sukacita dari Yesus yang
dikandungnya sendiri. Itulah sebabnya Elisabet sangat mudah merasakan
sukacita sejati dan menjadi sangat bahagia. Elisabet mengatakan,
"Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah
rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?"
Ini menunjukkan bahwa untuk menjadi utusan Yesus, kita harus
"mengandung" Yesus dalam hati kita. Sederhananya, kita sendiri harus
melakukan apa yang kita bagikan dalam perutusan kita. Kalau tidak ada
Tuhan Yesus di dalam hati kita, warta itu "tong kosong nyaring
bunyinya." Itulah sebabnya, meskipun Bunda Maria tak banyak bicara dalam
kisah Kitab Suci, tetapi hidupnya mengatakan banyak hal. Seorang bijak
pernah berkata, "berkata dan berbicara tidaklah identik. Seorang bisa
banyak bicara tetapi tidak mengatakan sesuatu pun. Seorang mungkin
tinggal diam, tetapi tanpa bicara ia justru mengatakan banyak hal."
Maria juga memuji Tuhan lewat doa Magnificat. Ia bersyukur karena Tuhan
berkarya dalam hidupnya. Maria mengajarkan kita untuk rendah hati dan
percaya kepada Tuhan. Walaupun kita masih muda, Tuhan bisa memakai kita.
Kita bisa menjadi pembawa kabar baik di keluarga dan kepada siapa kita
berteman dan bersahabat.
DOA SPONTAN
(Berdasarkan peneguhan di atas, dan dari keperluan kehidupan Teman Muda,
dipersilakan menyampaikan doa-doa spontannya.)
DOA PENYERAHAN KEPADA BUNDA MARIA (PUJI SYUKUR NO. 216)
(Didoakan secara bersama-sama)
Santa Maria, Bunda Allah, kami bersyukur karena Allah telah membebaskan
engkau dari noda dosa sejak engkau dikandung; Ia berkenan memperhatikan
kerendahanmu, dan mengangkat Engkau menjadi ibu Sang Juru Selamat. Kami
bersyukur pula karena engkau telah menjadi teladan orang beriman. Dalam
menanggapi panggilan Allah, Engkau menyerahkan diri segenap hati dengan
berkata, "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu."
Ya Bunda, kami, para putramu, sangat mencintai engkau dan ingin
mengikuti teladanmu. Mohonkanlah kami rahmat Allah, agar kami selalu
berusaha melakukan kehendak Allah.
Bunda yang penuh kasih sayang, kami serahkan kepadamu segenap keluarga
kami. Sudilah engkau selalu melindungi kami sekeluarga. Semoga kami
semua menjadi anak-anak yang patut kepadaMu dan saling mengasihi dengan
tulus hati.
Kami serahkan kepadamu segenap warga masyarakat kami bersama para
pemimpinnya. Sudilah engkau melindungi mereka dalam setiap usaha
membangun bangsa dan negara.
Ya Ratu Pencinta Damai, batulah agar segala bangsa bersatu padu, hidup
rukun dan damai. Bukalah jalan iman bagi mereka yang belum mengenal
putramu, Yesus.
Doakanlah mereka yang dianiaya karena iman dan kebenaran. Semoga mereka
tabah, dan tetap setia kepada Yesus, putramu.
Ya Bunda Maria, penolong yang sejati, hantarkanlah semua permohonan kami
ini ke hadapan putramu, Sang Maharaja Kerajaan Damai, tempat setiap doa
permohonan dikabulkan, setiap beban hati diringankan, dan segala
kelemahan dikuatkan. Dialah Tuhan kami kini dan sepanjang masa.
(Amin.)
Doa Bapa Kami 1x
DOA PENUTUP
(Didoakan bersama - sama atau memilih salah satu petugas doa dari Teman
Muda)
P : Marilah kita berdoa (hening sejenak)
P + U : Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur atas bimbingan-Mu
dalam pendalaman iman di Bulan Maria ini. Terima kasih karena melalui
Bunda Maria Engkau mengajar kami untuk berani diutus membawa kasih dan
sukacita. Kami mohon, utuslah Roh Kudus-Mu agar membimbing kami agar
mampu menghidupi pesan yang kami renungkan hari ini dalam hidup
sehari-hari. Semoga kami setia menjadi saksi Injil di tengah keluarga,
Gereja, dan masyarakat. Kami panjatkan doa ini melalui Yesus Kristus
Putra-Mu, Pengantara kami, yang bersama Engkau dalam persatuan Roh
Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa, Amin.
BERKAT PENUTUP
P : Semoga Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya
P : Semoga kita semua diberkati Tuhan yang Mahakuasa
U : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
P : Teman-teman terkasih, pendalaman iman Bulan Maria pertemuan kelima
sudah selesai
U : Syukur kepada Allah
JIWAKU MEMUJI TUHAN (PS 675)
Jiwaku memuji Tuhan, hatiku pun bergemar.
Allah Jurus'lamatku, lihat kerendahanku,
karena sesungguhnya 'ku disebut yang bahagia.
Terpujilah kuasa-Nya: karya tangan-Nya.
Puji Tuhan mahamulia, mahakuasa dan benar,
kasih setia-Nya kekal dan kuduskanlah nama-Nya.
Cinta serta kasih-Nya sampai selama-lamanya.
Adil bagi yang taat pada janji-Nya.

