PERTEMUAN I
BUNDA MARIA MEWARTAKAN KARYA ALLAH
PEMBUKAAN
Lagu Pembuka
(jika diperlukan, dapat dipilih sendiri)
Tanda Salib dan Salam
Pengantar
Saudara-saudari terkasih,
Gereja menetapkan Bulan Mei sebagai Bulan Maria. Perjalanan iman Bulan
Maria Tahun 2026 ini mengajak kita belajar dari Bunda Maria dalam
menghayati lima aspek hidup Gereja. Dengan mendalami tema ini, kita
diajak menjadikan Bunda Maria sebagai model dan pendamping dalam
pertumbuhan iman kita. Bunda Maria bukan sekadar pendoa, melainkan
teladan nyata bagaimana kelima aspek hidup Gereja dijalankan secara
harmonis.
Pada pertemuan pertama ini, kita diajak untuk belajar dari Bunda Maria
yang mewartakan Karya Allah. Bunda Maria mewartakan karya Allah melalui
kidung Magnificat yang akan kita dengarkan hari ini. Bersama Bunda
Maria, kita dipanggil untuk berani mewartakan Kabar Gembira melalui
tindakan nyata dan kesaksian hidup, membawa Kristus kepada sesama
sebagaimana Bunda Maria mengungkapkan kabar sukacita kepada Elisabet.
Bunda Maria bukan sekadar figur sejarah, melainkan teladan sempurna
dalam menanggapi karya keselamatan Allah.
Marilah kita siapkan diri kita untuk memulai pertemuan pertama ini. Kita
mohon terang Roh Kudus agar dapat memahami ajaran iman Gereja dan
menghayatinya dalam perjuangan hidup kita sehari-hari. Kita hening
sejenak untuk menyiapkan diri.
Doa Pembuka.
Allah Bapa yang Maha Pengasih, kami mengucap syukur ke hadirat-Mu atas
kesempatan malam ini, di mana kami dapat berkumpul bersama sebagai satu
keluarga di Lingkungan dan stasi untuk mengikuti pendalaman iman Bulan
Maria. Hari ini kami ingin belajar dari Bunda Maria, hamba-Mu yang
senantiasa mewartakan Karya Ilahimu dalam kidungnya "Magnificat".
Kami mohon, Berilah kami keberanian seperti Bunda Maria, agar kami memiliki
keberanian dan komitmen untuk mewartakan karya Allah: "Jiwaku memuliakan
Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juru Selamatku". Doa ini kami
haturkan kepada-Mu dengan perantaraan Yesus Tuhan dan juru selamat kami.
Amin.
Bacaan Kitab Suci.
Injil Lukas 1:46-55.
Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena
Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.
Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku
berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar
kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang
yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya
dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan
orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang
rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan
menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel,
hamba-Nya, karenaIa mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada
nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
Pendalaman Teks Kitab Suci.
Saling sharing jawaban singkat.
1. Kata atau kalimat mana yang berkesan bagi saudara-saudari? Mengapa?
2. Menurut saudara-saudari, apa maknanya pernyataan ibu Maria: "jiwaku
memuliakan Tuhan dan hatiku bersukaria karena Allah penyelamatku"?
Penegasan
Saudara-saudari,
Perjalanan iman di Bulan Maria tahun 2026 ini, mengajak kita untuk
belajar dari Bunda Maria dalam menghayati lima aspek hidup Gereja. Pada
pertemuan pertama ini kita belajar mengahyati peran Bunda Maria sebagai
pewarta sabda Allah melalui teks Kitab Suci Magnificat atau yang lebih
populer disebut Kidung Maria. Kata magnificat berarti memuliakan atau
mengagungkan.
Kata ini diambil dari kata-kata Bunda Maria di awal tadi: Jiwaku memuliakan
Tuhan. Dalam magnificat itu Bunda Maria mewartakan karya Allah yang
menyelamatkan. Pewartaan Bunda Maria ini merupakan kelanjutan yang tak
terpisahkan dari sikap hati Bunda Maria yang terbuka dan rendah hati
mendengarkan Sabda Allah yang disampaikan oleh malaikat Gabriel.
Ada tiga hal penting yang diwartakan malaikat Gabriel.
Pertama, bahwa Bunda Maria akan mengandung dan melahirkan seorang
anak laki-laki yang hendaknya diberi nama Yesus.
Kedua, Roh Kudus akan turun atas diri Bunda Maria dan kuasa Allah
yang Maha Tinggi akan menaungi Bunda Maria karena anak yang akan dilahirkan
disebut kudus, Anak Allah.
Ketiga, Elisabet, sanak Bunda Maria yang sudah lanjut usia dan
dikatakan mandul itu, telah mengandung pada bulan yang keenam. Sebagai kata
penutup, malaikat Gabriel menegaskan: bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Atas warta yang disampaikan malaikat Gabriel itu, Bunda Maria dengan sepenuh
hati menjawab: Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku
menurut perkataanmu itu.
Saudara-saudari,
Keterbukaan dan kerendahan hati Bunda Maria mendengarkan Sabda Allah
melalui malaikat Gabriel membuahkan kesadaran akan dirinya sebagai hamba
Allah. Sebagai hamba Allah, Bunda Maria bersedia tulus melaksanakan kehendak
Allah dalam seluruh hidupnya: terjadilah padaku menurut kehendak-Mu. Oleh
karena itulah, Bunda Maria selanjutnya menempuh perjalanan yang jauh untuk
mengunjungi Elisabet. Sesampainya di rumah Elisabet, Bunda Maria memberi
salam kepada Elisabet. Mendengar salam Bunda Maria, anak yang di dalam rahim
Elisabet melonjak dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru:
Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku. Berbahagialah ia
yang telah percaya, sebab yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan
terlaksana.
Karena ungkapan iman Elisabet, Bunda Maria mewartakan karya Allah yang
menyelamatkan dalam magnificat atau kidung Maria yang diwartakan kepada kita
hari ini.
Saudara-saudari,
Sebagai pewarta karya keselamatan Allah, Bunda Maria mewartakan beberapa hal
penting bagi kita sebagai murid-murid Kristus yang adalah anak-anak Bunda
Maria.
1. Bunda Maria memuliakan Tuhan dan bergembira karena Allah memperhatikan
kerendahan hamba-Nya. Yang dimaksud dengan kerendahan hamba Allah adalah
kesediaan dan ketulusan mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah.
2. Segala keturunan akan menyebut Bunda Maria berbahagia karena Yang
Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadanya dan nama-Nya
adalah kudus. Dengan demikian, Bunda Maria menyebut dirinya berbahagia
karena telah dipakai oleh Allah untuk melakukan perbuatan-perbuatan besar.
3. RahmatNya turun temurun atas orang yang yang takut akan Dia. Rahmat Allah
akan turun terus menerus atas orang yang tulus berbakti kepadaNya: menjadi
pelaksana kehendak Allah.
4. Karena Allah memperhatikan kerendahan hamba-Nya, maka Allah akan mencerai
beraikan orang yang congkak hatinya.
5. Allah akan menurunkan mereka yang mengagungkan dan mengutamakan
kekuasaan, dan meninggikan mereka yang kecil dan rendah hati.
6. Allah akan melimpahkan segala yang baik pada orang yang mengandalkan
hidupnya pada Allah dan mengusir pergi dengan tangan hampa mereka yang
mengandalkan kekayaan dalam hidupnya.
7. Allah akan selalu mengingat rahmatNya kepada Abraham dan keturunannya
untuk selama-lamanya.
Saudara-saudari,
Itulah tujuh hal penting yang diungkapkan Bunda Maria sebagai pewarta karya
keselamatan Allah. Dan bukan hanya kata-kata magnificat yang diwartakan
Bunda Maria, tetapi seluruh hidupnya mewartakan karya keselamatan Allah yang
terpenuh dalam diri Tuhan Yesus, putra yang dilahirkan dari rahimnya. Dari
Bunda Maria kita belajar bahwa untuk menjadi pewarta karya keselamatan
Allah, Bunda Maria memiliki keterbukaan dan kerendahan hati mendengarkan
kehendak Allah serta memiliki komitmen untuk melaksanakan kehendak Allah:
Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.
Saudara-saudari,
Sebagai murid-murid Kristus dan putra-putri Bunda Maria, kita juga diundang
menjadi pewarta karya keselamatan Allah. Bersama Bunda Maria, dengan segala
kelemahan dan kerapuhan, kita diundang terus menerus untuk menjadi pewarta
keselamatan Allah. Tuhan Yesus memberikan perintah kepada kita: Pergilah ke
seluruh dunia, wartakanlah Injil kepada segala makhluk. Banyak hal dapat
kita lakukan sebagai pewarta iman bersama Bunda Maria: kesediaan untuk
menjadi pewarta iman bagi anak-anak dengan menceritakan kisah-kisah dalam
kitab suci, memberikan jawaban atas pertanyaan pertanyaan iman yang diajukan
anak-anak, kesediaan menjadi pemandu pendalaman iman, memberi renungan,
menjadi pengajar pada calon baptis, calon penerima komuni pertama, calon
penerima sakramen Krisma, guru agama di sekolah, menjadi pembina BIAK,
REKAT, OMK dan masih banyak yang lain. Mari kita ikut terlibat menjadi
pewarta-pewarta iman bagi paroki dan Lingkungan kita.
Berkat Allah selalu menyertai kita.
Doa Umat. Doa spontan dengan ujud masing-masing
pribadi.
Doa Rosario. Dipersilakan memilih peristiwa Rosario sendiri.
Doa
Arah Dasar Keuskupan Surabaya 2026. Didoakan bersama.
Berkat Penutup.
Marilah kita hening sejenak, mohon berkat Tuhan bagi kita yang hadir di
sini, bagi keluarga-keluarga dan juga bagi umat di lingkungan/stasi kita.
Semoga Tuhan beserta kita.
Semoga kita semua, seluruh anggota keluarga dan saudara kita di
lingkungan/stasi . . . senantiasa dibimbing dan dilindungi oleh berkat Allah
Yang Mahakuasa: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Lagu Penutup. Jika diperlukan, dapat dipilih sendiri.