BULAN MARIA TAHUN 2026

Bahan Pendalaman Iman Umat Bulan Maria
Keuskupan Surabaya Tahun 2026

 

Logo APP 2026

PERTEMUAN 2

BUNDA MARIA SETIA BERIBADAT


PEMBUKAAN

Lagu Pembuka
(jika diperlukan, dapat dipilih sendiri)

Tanda Salib dan Salam

Pengantar
Saudara-saudari terkasih,
Pada pertemuan pertama, kita telah belajar dari Bunda Maria yang menghayati perannya sebagai pewarta keselamatan Allah. Melalui Kidung Magnificat yang populer: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bersukacita karena Allah Juruselamatku", Bunda Maria telah mengajarkan kepada kita untuk berani mewartakan Kabar Gembira melalui tindakan nyata. Kesanggupan dan kesetiaan Bunda Maria ini sungguh menginspirasi kita semua untuk ambil bagian dalam karya pewartaan Gereja.
Dalam pertemuan kedua ini kita akan memaknai komitmen "Bunda Maria yang setia beribadat" sebagai penghayatan ketaatannya pada perintah Allah. Kita semua diajak untuk setia beribadat dan membuka hati kepada Allah sehingga kita memiliki sukacita hidup karena merasakan bahwa Allah menyelamatkan kita. Marilah kita mempersiapkan diri dengan memohon kehadiran Roh Kudus agar pertemuan ini membuahkan pertumbuhan iman.

 

Doa Pembuka.
Allah Bapa yang mahakasih, kami bersyukur kepadaMu karena Engkau berkenan mengumpulkan kami kembali sebagai persekutuan umat lingkungan dan stasi yang telah Kau kuduskan.
Utuslah Roh Kudus-Mu untuk membimbing kami agar dapat meneladan Bunda Maria yang taat beribadat sebagai persembahan ketaatannya pada kehendak-Mu. Semoga seperti Bunda Maria, kami mengalami sukacita iman dalam hidup sehari-hari sebagai buah ketaatan dalam beribadat. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
 

Bacaan Kitab Suci.
Injil Lukas 2:21-24; 39-40.
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.


Pendalaman Teks Kitab Suci.
Saling sharing jawaban singkat.
1. Kata atau kalimat mana yang berkesan bagi saudara-saudari? Mengapa?
2. Dalam hukum Taurat ditentukan bahwa semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah. Menurut saudara-saudari, apa makna ikuduskannya seorang anak bagi Allah?

 

Penegasan
Saudara-saudari,
Pada pertemuan sebelumnya, kita diajak untuk belajar menjadi pewarta karya keselamatan Allah dari Bunda Maria. Sebagai pewarta karya keselamatan Allah, Bunda Maria memiliki keterbukaan dan kerendahan hati mendengarkan kehendak Allah serta memiliki komitmen untuk melaksanakan kehendak Allah: Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu. Keterbukaan terhadap kehendak Allah berarti kesediaan untuk dipakai oleh Allah dalam karyaNya. Karena dipakai oleh Allah, maka Bunda Maria menyebut dirinya berbahagia. Banyak kesempatan, kita juga dipakai oleh Allah untuk karya pewartaan dalam Gereja. Kesediaan saudara-saudari dalam karya pewartaan merupakan rahmat dari Allah.

Pada pertemuan kedua ini, kita diajak untuk belajar mengenai kesetiaan beribadat dari Bunda Maria. Dalam tradisi keagamaan orang Yahudi, peribadatan bukanlah sebatas doa pribadi tetapi cara menghayati iman yang tersusun rapi dengan waktu-waktu tertentu. Orang Yahudi beribadat sebagai penghayatan ketaatan pada perintah Allah. Ketaatan pada perintah Allah itu juga diwujudkan dalam persembahan kurban. Karena taat pada perintah Allah, maka ketika genap berusia delapan hari, bayi yang dilahirkan Bunda Maria disunatkan. Tidak disebutkan dengan jelas dimana bayi itu disunatkan. Waktu disunatkan itulah, bayi itu diberi nama Yesus, nama yang diberikan malaikat kepada Bunda Maria. Upacara ibadat sunat merupakan ungkapan iman bahwa Allah menguduskan untuk disatukan dalam umatNya.

Selanjutnya diwartakan bahwa ketika genap waktu pentahiran, mereka membawa bayi Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkanNya kepada Tuhan seperti ada tertulis dalam kitab Taurat. Tahir artinya bersih. Maka pentahiran berarti pembersihan. Seorang perempuan yang melahirkan, dipandang kotor karena darah yang keluar waktu melahirkan. Maka ditahirkan, dia dibersihkan harus dari kekotoran akibat melahirkan. Waktu pentahiran adalah 40 hari. Setelah 40 hari melahirkan, seorang perempuan dipandang sudah suci kembali dan diperbolehkan datang ke Bait Allah untuk melakukan upacara pentahiran. Bersamaan dengan upacara pentahiran, Bunda Maria dan Bapa Yusuf juga melaksanakan upacara pengudusan Tuhan Yesus sebagai anak laki-laki sulung. Ibadat persembahan bagi anak laki-laki sulung ini diperintahkan dalam Taurat: Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah dan untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Persembahan kurban ini mengungkapkan syukur kepada Allah atas rahmat anak sulung laki-laki.

 

Saudara-saudari,
Dalam kehidupan umat Israel, anak sulung menempati posisi yang istimewa dalam keluarga, yaitu sebagai penerus kepala keluarga dan penjaga kelangsungan garis keturunan keluarga. Lebih dari itu, Allah sendiri menyatakan bahwa anak sulung adalah milik Allah: Kuduskanlah bagiKu semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik pada manusia maupun pada hewan; Akulah yang empunya mereka (Keluaran 13:2). Dinyatakan pula dalam Keluaran 4:22 bahwa bangsa Israel adalah anak sulung Allah. Artinya, bangsa Israel adalah bangsa pilihan Allah dan memiliki keistimewaan di hadapan Allah.
Dengan demikian mempersembahkan anak sulung berarti mengembalikan milik Allah dan menyerahkan seluruh masa depan kehidupan kepada Allah Sang Pencipta dan Penyelamat.
Ibadat persembahan anak laki-laki sulung yang dijalani oleh Bunda Maria merupakan pengakuan iman bahwa Tuhan Yesus adalah milik Allah dan seluruh masa depan keluarga dipersembahkan kepada
Allah. Apa yang dirayakan dalam ibadat, diwujudkan dalam perjuangan hidup sehari-hari. Maka, setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota
kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
 

Saudara-saudari,
Dari teks Kitab Suci yang singkat itu jelas diwartakan bahwa Bunda Maria adalah sosok orang beriman yang setia melakukan peribadatan yang diperintahkan oleh Allah. Bunda Maria tidak sebatas melakukan kewajiban agama, tetapi menghayati iman dalam beribadat. Tiga peribadatan yang dirayakan Bunda Maria dengan setia: (1) penyunatan Tuhan Yesus; (2) pentahiran dirinya; (3)  persembahan Tuhan Yesus sebagai anak laki-laki sulung. Ada teks lain yang juga mewartakan kesetiaan Bunda Maria beribadat, Lukas 2:41, yaitu bahwa tiap-tiap tahun Bunda Maria pergi ke Yerusalem bersama Bapa Yusuf dan Tuhan Yesus untuk merayakan Paskah.
Paskah ini merupakan perayaan iman akan pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir.
Dari Bunda Maria kita belajar bahwa beribadat bukanlah sebatas melakukan kewajiban hukum agama dan memohon atau meminta kepada Allah, tetapi lebih dari itu, yaitu menjalin kedekatan relasi dengan Allah. Bahwa dalam ibadat, Allah menguduskan, membersihkan kita dari dosa dan menyatukan DiriNya dengan kita.
Dalam ibadat, kita juga mempersembahkan syukur atas segala rahmat yang telah dilimpahkan kepada kita serta mempersembahkan seluruh masa depan kepada Allah. Perayaan ibadat terluhur bagi kita sebagai warga Gereja Katolik adalah Ekaristi Suci. Dalam Ekaristi, sebagai Gereja kita merayakan penebusan kita dari dosa karena sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus. Maka ibadat, terutama perayaan Ekaristi merupakan puncak dan sumber hidup kita sebagai murid-murid Kristus.
 

Saudara-saudari,
Beribadat bukan sebatas melaksanakan hukum atau kewajiban agama, tetapi lebih dari itu, yaitu perjuangan iman menguduskan hidup. Dalam kehidupan paroki, tersedia berbagai bentuk ibadat. Tersedia setiap Minggu, bahkan setiap hari untuk merayakan
Ekaristi Suci. Selain itu, juga ibadat sakramen lainnya. Ibadat juga dapat kita lakukan secara pribadi dan dalam keluarga. Demikian juga di lingkungan diselenggarakan aneka bentuk ibadat, mulai ibadat untuk orang meninggal, sampai dengan ibadat syukur dengan
intensi tertentu. Ibadat devosional juga tersedia: rosario, jalan salib, adorasi, malaikat Tuhan, dan yang lainnya. Kesetiaan kita dalam beribadat akan menguduskan hidup kita. Berkat Allah selalu menyertai kita.
 

Doa Umat. Doa spontan dengan ujud masing-masing pribadi.

Doa Rosario. Dipersilakan memilih peristiwa Rosario sendiri.

Doa Arah Dasar Keuskupan Surabaya 2026. Didoakan bersama.


Berkat Penutup.
Marilah kita hening sejenak, mohon berkat Tuhan bagi kita yang hadir di sini, bagi keluarga-keluarga dan juga bagi umat di lingkungan/stasi kita.

Semoga Tuhan beserta kita.
Semoga kita semua, seluruh anggota keluarga dan saudara kita di lingkungan/stasi . . . senantiasa dibimbing dan dilindungi oleh berkat Allah Yang Mahakuasa: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Lagu Penutup. Jika diperlukan, dapat dipilih sendiri.

 



Bahan Pendalaman Iman Umat
Bulan Maria Tahun 2026
Keuskupan Surabaya